193 WNI dari Tawau Pulang Ilegal, Satu Positif

193 WNI dari Tawau Pulang Ilegal, Satu Positif

NUNUKAN - Perjalanan 193 WNI dari Tawau, tak berlangsung mulus. Sebab, mereka diamankan petugas saat pulang melalui jalur ilegal di Sebatik sejak dua hari terakhir yakni Rabu (19/5/2021) hingga Kamis (20/5/2021) kemarin. 

Hal itu diungkapkan oleh kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Kombes Pol, Hotma Victor Sihombing, Jumat (21/5/2021).

Victor mengatakan ratusan orang yang pulang dari Tawau, Malaysia, secara ilegal ini difasilitasi oleh lima orang pengurusnya. "Semuanya sudah kita dikarantina di Rusunawa Nunukan selama lima hari," ungkapnya.

Untuk lima orang pengurus, diakuinya, sudah dimintai keterangan. Dan, kelima sudah membuat surat pernyataan untuk tidak memfasilitasi melalui jalur tidak resmi. Apabila masih tetap melakukan bisa diproses secara pidana. 

"Kalau ditanya apakah ada PMI atau WNI yang strended, kita belum tahu. Karena, kita masih lakukan pendataan di rusunawa," ungkapnya. 

Dia mengaku tak melarang jika ada keluarganya pulang ke tanah air, namun harus melalui prosedur yang ada. Salah satunya melalui jalur resmi sehingga kesehatannya bisa terpantau. 

"Karena, kalau jalur samping. Itu kita tidak monitor. Jadi, kita imbau kalau ada yang pulang, komunikasikan dulu. Nanti kita coba komunikasi kan Konsul supaya mereka terfasilitasi pulang secara resmi di pelabuhan Tunon Taka Nunukan," ujarnya. 

Hal ini dilakukan, kata dia, semata untuk mencegah masuknya virus baru dari India. Sehingga, pemeriksaan kesehatan sangat diperlukan bagi orang yang baru tiba dari luar negeri.

"Contoh, dari ratusan orang yang pulang ilegal kemarin itu, ada satu yang positif covid. Ini kan bebahaya kalau dibiarkan. Makanya kemarin, kita langsung pisahkan dan bawa ke RSUD Nunukan," tuturnya.

Victor juga menambahkan nantinya WNI yang karantina ini akan dipulangkan ke kampung halamannya setelah lima hari karantina dengan hasil yang negatif. "Kalau hasilnya negatif, kita jadwalkan kepulangnya. Ini hanya untuk mereka berstatus PMI. Kalau WNI stranded itu tanggungan pribadi," tutupnya.(*)