Azimain Ditemukan Tak Bernyawa di Radius 500 M Mengarah ke Hilir

Azimain Ditemukan Tak Bernyawa di Radius 500 M Mengarah ke Hilir
Jasad Azmain saat ditemukan tim pada Minggu (5/7/2020) sore.

NUNUKAN - Harapan pihak keluarga untuk membawa korban dengan selamat kini pupus sudah. Sebab, Azimain ditemukan tim Sar dalam keadaan tak bernyawa sekira pukul 18.10 WITA, Minggu (5/7/2020) sore.

Dalam keterangan rilis tertulis, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Anggi Endra Mulyawan mengatakan, jasad Azimain ditemukan dalam kondisi meninggal di radius kurang lebih 500 meter mengarah ke kehilir.

"Dan, korban langsung dievakuasi menuju ke Sebuku untuk diserahkan ke keluarga korban agar dimakamkan," terangnya. 

Dengan ditemukan jasad korban, kata dia, maka pencarian oleh tim gabungan Sar resmi dihentikan. Dan, tim dikembalikan di satuannya masing-masing. Dalam upaya pencarian, kata dia, pihaknya menurunkan D-Max, satu unit Sea Rider, perawatan medis satu set dan baju azmat serta peralatan komunikasi.

Dalam berita sebelumnya, Azimain (29), warga desa Pembeliangan, Sebuku, Nunukan, kini dilaporkan hilang di perairan Seruyung, Minggu (5/7/2020). Azimain hilang saat turun mencari udang dengan cara menyetrum menggunakan perahunya.

Namun setelah beberapa hari, Azimain pun tak kunjung pulang ke rumah. Sehingga, sang istri, NL melaporkan kepada untuk dilakukan pencarian.

Dalam keterangan rilis tertulis, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Anggi Endra Mulyawan mengatakan, pada Kamis 2 Juli 2020 pukul 10.00 wita, Azimain bertolak mencari udang dari Sebuku ke Seruyung dengan cara nyetrum.

"Setalah, kita mendapatkan informasi, kita langsung mengerakkan unit untuk melakukan pencarian disekitar tempat Azimain dinyatakan hilang," terangnya. 

Masih keterangan istrinya, lanjut dia, pada Sabtu 4 Juli 2020, sekitar pukul 10.47 wita, Azimain sempat menelpon NL untuk menanyakan kondisi pasang surut air di Sebuku.

Setelah itu, NL tak tahu lagi keberadaan korban dan nomor yang digunakan korban tak bisa lagi dihubungi.

Anggi juga menjelaskan, hilangnya korban diperkuat lantaran salah seorang saat itu menemukan perahu korban dalam keadaan masih utuh.

"Tapi, korban tidak ada di perahu itu. Kalau untuk barang-barang korban masih berhamburan di perahunya," pungkasnya.(*)