Bakal Dinonaktifkan, Oknum ASN Dishub Tetap Terima Gaji 50 Persen

Bakal Dinonaktifkan, Oknum ASN Dishub Tetap Terima Gaji 50 Persen
Polres Nunukan saat merilis pengungkapan sabu di Nunukan, belum lama ini. Salah satu tersangka yang hadir merupakan WA, oknum ASN di Dishub Nunukan.

NUNUKAN - Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan hingga kini masih menunggu berkas status tersangka oknum ASN yang terlibat dalam narkoba, WA.

Kepala BKPSDM Nunukan Kaharuddin Tokkong mengatakan jika surat kejelasan status tersangka bagi oknum ASN ini sudah diterima, maka status ASN tersebut langsung dinonaktifkan sementara. "Dari Dishub sudah menyurat ke Polres. Tapi, sampai saat ini belum keluar hasilnya," ungkapnya.

Meski nantinya dinonaktifkan, kata dia, WA yang terlibat sabu seberat 950 gram itu, tetap akan menerima gaji sebesar 50 persen dari gaji pokoknya. "Ini sampai ada putusan inkrah pengadilan. Artinya, jika prosesnya dalam setahun baru ada putusan inkrah, maka setahun itu pula dia akan terima gaji 50 persen," jelasnya.

Nantinya, dari putusan itu, lanjut dia, jika nantinya diatas dua tahun maka akan dilakukan pemberhentian selamanya. Namun jika dibawah satu tahun maka akan dikenakan hukuman displin.

"Seperti penundaan kenaikan pangkat selama beberapa tahun. Kemudian menjalani rehabilitasi dan sebagainya. Setelah itu, baru status ASN nya kita aktifkan kembali. Itupun dipantau terus, jika ketangkap lagi, ya sudah pemberhentian langsung," pungkasnya. 

Sebelumnya, Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar mengatakan WA yang merupakan ASN di Dinas Perhubungan ditangkap saat berada di salah satu penginapan yang ada di Jalan Tien Soeharto, Nunukan Timur, pada tanggal 22 Juni 2020 lalu.

Penangkapan itu, kata dia, dikarenakan Satreskoba mendapatkan satu bungkus plastik transparan ukuran besar yang masih dalam penguasaan WA.

Usut punya usut, kata Saiful, WA ternyata disuruh seorang pria berinisial BB untuk mengambil barang tersebut di kamar 11 penginapan itu. Sedangkan, BB saat itu berada di dalam mobil yang diparkir di pinggir jalan raya, tak jauh dari penginapan tersebut.

Sialnya, aksi penangkapan WA ini keburu ketahuan oleh BB. Sehingga BB pun berhasil melarikan diri dengan memacu mobilnya yang berwarna merah dengan kecepatan tinggi. "Tapi, disini kita mulai mencurigai mobil itu. Karena, tiba-tiba kita mendengar suara mobil yang sangat melaju kencang," ungkapnya.

Setelah ditanyakan kepada WA, kata Saiful, tenyata WA mengaku dia adalah BB yang menyuruhnya mengambil sabu dalam penginapan.

Setelah mengetahui identitas BB, polisi pun langsung melakukan pengejaran. Alhasil, tidak membutuhkan waktu lama, polisi berhasil menangkap BB di Desa Mamolo, Tanjung Harapan, Nunukan Selatan. 

Untuk ancaman pasal yang dikenakan tersangka, kata dia, pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara saling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.(*)