Bravo! Sabu Seberat 7,1 Kilo Digagalkan Satgas 623/BWU

Bravo! Sabu Seberat 7,1 Kilo Digagalkan Satgas 623/BWU
Satgas Pamtas saat mengamankan sabu seberat 7,1 kilo di Desa Aji Kuning, Selasa (21/7/2020) lalu.

NUNUKAN - Satgas Pamtas RI-Malaysia akhirnya menunjukan 'taringnya' dalam memberantas penyelundupan narkoba di perbatasan Kabupaten Nunukan.

Tak tangung-tangung, berat sabu yang digagalkan cukup fantastik yakni mencapai 7,1 kilogram yang dibawa oleh seorang pria berinisial B, pada Selasa (21/7/2020) lalu. Pria ini menggunakan jalur tikus menuju Sebatik. 

Parahnya lagi, B ini merupakan seorang mantan dosen di salah satu universitas Polewali Mandar (Polman) Sulbar yang sudah tidak aktif sejak 5 tahun belakangan.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Letkol Inf Yordania, S.I.P., M.Si mengatakan pengungkapan ini dilakukan empat prajuritnya yang bertugas di Pos Dalduk Aji Kuning, Sebatik Tengah. Saat itu, empat prajurit ini tengah melakukan aktifitas rutin dalam melakukan pemeriksaan terhadap pelintas batas. 

"Saat itu, ada sebuah perahu yang baru sandar. Karena kondisi air laut surut, perahu ini sandar tak jauh dari dermaga resmi," terangnya saat konference perss bersama Kapolres Nunukan di Polres Nunukan, Senin (27/7/2020).

Saat hendak di periksa, B ini sedang berjalan menuju sebuah taksi yang sudah standby. Hanya saja, empat prajurit ini langsung mencegat dan melakukan pemeriksaan terhadap identitas B dan juga barang bawaannya. "Saat dilakukan pemeriksaan si B ini terlihat sangat gugup," ujarnya. 

Benar saja, ketika diperiksa, empat prajurit ini menemukan bungkusan sabu seberat 7,1 kilo yang dikemas dalam 7 plastik transparan besar, masing-masing bungkus kurang lebih 1 kg. Tak hanya itu, B mencoba melakukan negosiasi kepada prajurit tersebut namun tidak gubris oleh petugas. 

"Pelaku mencoba membujuk anggota dengan menawarkan sejumlah materi agar tidak melanjutkan pemeriksaan. Namun anggotanya  tetap melakukan pemeriksaan hingga ditemukan narkoba yang di taruh di bawah tumpukan susu dan kopi kemasan," tambahnya. 

Sementara itu, Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar mengatakan upaya yang dilakukan B ini bukan lah pertama kali. Namun ini merupakan ketiga kalinya. Penyelundupan pertama terjadi sekitar bulan Januari dengan berat 5 kilo, lalu di bulan April ada 7 kilo dan terakhir yang ditangkap ini sebanyak 7,1 kilo.

"Jadi, B ini mendapatkan barang dari seseorang yang ada di Malaysia, berinusial K. Nah, B ini diupah puluhan juta rupiah per kilogram," ungkapnya. 

Dia mengaku bangga atas kejujuran empat prajurit ini. Sebab, kata dia, barang ini bisa saja di nego jika prajurit tidak jujur. "Tapi, ini adalag bukti jiwa pratriot prajurit dalam menjaga NKRI. Kita bangga sekali. Saya memberikan apresiasi tinggi kepada mereka," pungkasnya.

Empat Prajurit Satgas Raih Penghargaan Bupati dan Kapolres Nunukan

SIKAP jujur empat prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 623/BWU memang tak perlu diragukan lagi. Sebab, empat prajurit ini dengan tegas menolak negosiasi atas penyelundupan sabu seberat 7,1 kilo di Pulau Sebatik, pada Selasa (21/7/2020) lalu. 

Keempat prajurit ini adalah Praka M. Nanang Baihaqi, Pratu Tri Suhandoko, Pratu Dodik Suhartanto dan Pratu Diantoro. Mereka mendapatkan piagam penghargaan yang dilangsung diberikan Kapolres Nunukan di Mako Polres Nunukan dan Bupati Nunukan di Kantor Bupati Nunukan pada Senin (27/7/2020).

“Saya merasa bangga terhadap sikap dan komitmen anggota yang tidak tergiur dengan tawaran tersangka untuk bisa bebas. Dari awal penugasan Kami berkomitmen untuk memerangi Narkoba. Saat ini tersangka dan barang bukti sudah kami serahkan ke Polres Nunukan untuk diproses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid mengatakan sangat berterima kasih atas keberhasilan anggota Satgas Pamtas dalam menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu ke wilayah Nunukan. "Tentunya, kita sangat apresiasi atas dedikasi tinggi Satgas Pamtas," pungkasnya. 

Hal sama juga dikatakan Kapolres Nunukan saat menyerahkan piagan penghargaan kepada empat prajurit Satgas Pamtas 623/BWU yang bertugas di Pos Dulduk Aji Kuning, Sebatik Tengah.(*)