Deklarasi Laura-Hanafiah, Sejumlah Parpol Komitmen Menangkan 'Amanah'

Deklarasi Laura-Hanafiah, Sejumlah Parpol Komitmen Menangkan 'Amanah'
Deklarasi Amanah yang digelar pada Kamis (30/7/2020)

NUNUKAN - Hj Asmin Laura Hafid bersama Hanafiah secara resmi mendeklarasikan diri sebagai Calon Bupati dan Calon wakil Bupati pada Pilkada Nunukan.

Deklarasi pasangan yang mengusung slogan 'Amanah' ini dilakukan di Posko Pemenangan Amanah yang berada di RA Kartini atau di simpang tiga lampu merah Bhayangkara, sekira pukul 10.00 WITA, Kamis (30/7/2020) pagi. 

Dalam deklarasi ini dihadiri oleh Ketua DPC Hanura, H Leppa dengan suaminya H Abdul Hafid Ahmad. Selain itu, sejumlah partai politik pun terlihat hadir di tengah masyarakat maupun simpatisan serta tokoh masyarakat dan tokoh adat lainnya. 

H Asmin Laura Hafid yang merupakan pertahana ini pun didampingi oleh sang suaminya, H Andi Akbar yang juga wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara. 

Dalam deklarasinya, Laura menjelaskan mengapa dirinya dirinya memilih wakil dari birokrasi, Hanafiah. Hal itu dikarenakan Hanafiah merupakan sosok putra asli daerah yang berkarir dalam pemerintah selama 37 tahun lamanya.

"Karena, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hadir langsung kepada masyarakat. Bukan pemimpin yang dibangun melalui kekuatan isu dan propaganda," jelas Laura seperti mana membaca naskah deklarasinya.

Laura mengaku keinginan maju kembali pada Pilkada Nunukan periode 2021-2024 ini, bukan hanya sekedar meluahkan nafsu polItik, namun dia ingin melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. 

"Apalagi, kami sadar dengan kondisi saat ini tidak mudah. Pemerintah dan negara kini berada pada di situasi memprihatinkan baik dari sisi ekonomi maupun pada pendemi Covid-19," tambahnya.

Namun begitu, Laura menegaskan tetap optimis menghadap hal itu. Karena menurut dia, seorang pelaut yang tangguh tidak lahir dari ombak yang tenang. 

"insya Allah, kami menjadi pelayan tangguh untuk masyarakat. Tentunya, kita fokus mencari simpatisan masyarakat dengan etika sopan santun tanpa menjatuhkan pihak lain. Ini kita tanamkan setiap simpatisan," bebernya.

Mengenai perahu 'Amanah', kata Laura, saat ini masih partai Hanura dan Golkar. Hanya saja, dia menegaskan ada beberapa parpol lain yang nantinya akan menjadi koalisinya.

"Sebenarnya partai ini sudah menyatakan sikap untuk mendukung. Tapi, kita menunggu SK resmi dari DPP masing-masing partai. Insyalah dalam waktu dekat ini, sudah ada SK," pungkasnya. 

Sementara itu, Hanafiah mengaku sangat terimakasih kepada Laura yang sudah mempercayakan dirinya sebagai wakilnya nanti.

"Ini merupakan kombinasi dan kolaborasi pihaknya cukup tangguh menurut saya. Kita bersama-sama bekerja keras. Kita tidak melihat dia berasal dan lahir dimana. Tapi, ketika di Kabupaten Nunukan, tujuan kita sama membangun daerah lebih baik lagi," tegasnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua DPC Hanura, Hj Leppa. Menurutnya, Laura - Hanafiah yang sudah mengantongi 9 kursi di perlemen merupakan pasangan solid dan kuat. "Saya rasa mereka nanti saling melengkapi. Satu di birokrasi dan satu di politik. Saya rasa mereka mampu bersatu dalam membangun Kabupaten Nunukan," bebernya.

Tak hanya itu, Sekjen DPD II Golkar Nunukan, Daniel Barung mengatakan siap mengerakan semua kekuatannya dalam memenangkan pasangan Amanah ini.  "Karena, apapun yang menjadi keputusan DPP itu wajib kita lakukan. Termasuk memenangkan calon yang didukung. Kemenangkan kita sudah ada di depan mata," ujarnya. 

Berbeda dengan dua partai tersebut, Ketua DPC Gerindra, Hj Nursan ternyata sejak awal memberikan dukungan kepada Laura-Hanafiah. Meskipun partainya belum mengeluarkan SK, namun dia mengaku sudah mendapat 'sinyal' dari DPP Gerindra. 

"Saya hadir dalam deklarasi atas ijin dari DPP yang menyatakan silakan ikut deklarasi Amanah. Artinya apa? ini bukti komitmen kita memberikan dukungan. Kita tinggal menunggu SK dari DPP Gerindra," ujarnya. 

Tak hanya itu, DPD PDI-P Nunukan juga turut menyatakan dukungan kepada pasangan Amanah ini, meskipun SK DPP PDI-P belum keluar. Bahkan, partai Nasdem juga terlihat dalam deklarasi Amanah tersebut.

"Kita tinggal menunggu SK. Karena arah dukungan kita kepada pasangan Amanah," pungkas Hj Astuti yang merupakan utusan DPD PDI-P Nunukan.

Hafid Minta Kader Berpolitik Santun dan Beretika

SEBAGAI penasehat partai Hanura Kabupaten Nunukan, H Abdul Hafid Ahmad mengajak kepada kader maupun simpatisan harus mengutamakan etika berpolitik. Begitu juga harus menjaga sopan santun dalam berbicara.

"Yang benar mari kita katakan benar, yang salah mari kita katakan salah. Jangan berbohong disitu. Kita tidak ingin mencederai lawan dengan politik tidak benar," tegas pria yang juga mantan bupati Nunukan dua periode 2001-2011 silam.

Dalam berpolitik, kata dia, perbedaan pendapatan adalah hal lumrah. Hanya saja, untuk menghadapi harus dengan sportif. "Dendam tentu ada.Tapi, mari kita intropeksi diri. Mungkin hari ini kita beda pendapat, tapi besok kita belum tahu," jelas pria dengan julukan bapak pembangunan ini.

Begitu juga dengan partai, kata dia, bisa membesar jika visi dan misinya terus dibangun bersama masyarakat. "Karena partai jauh dari massa yang tidak kita inginkan. Sebaliknya partai dengan mass juga begitu, tapi kita mau partai dengan massa dan kordinasikan dengan masa. Itu harapan saya," jelasnya. 

Untuk SK dukungan partai yang diberikan kepada Laura-Hafid adalah hal yang sangat berat. Butuh kerja keras dan berkomitmen memenangkan pasangan yang didukungnya. "Terakhir, saya juga meminta kepada masyarakat untuk membantu aparat keemanan dalam menjaga stabilitas keamanan Pilkada nanti," tutupnya.(*)