DPRD Nunukan Terima LKPj Bupati Tahun 2020

DPRD Nunukan Terima LKPj Bupati Tahun 2020
Ketua DPRD Nunukan saat nenerima LKPj tahun 2020 yang diserahkan langsung oleh bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, Rabu (31/3/2021)

NUNUKAN - DPRD Nunukan akhirnya menerima LKPj Bupati Nunukan tahun 2020, Rabu (31/3/2021) pagi.

Penerimaan itu dilakukan dalam paripurna ke VII tentang laporan keterangan penanggungjawaban bupati tahun anggaran 2020 ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa dan dihadiri oleh sejumlah anggota DPRD dan Sekda Nunukan, Serfianus serta kepala OPD dilingkup Pemkab Nunukan. 

Sebelum memberikan laporan LKPj, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid terlebih dahulu membacakan laporan realisasi APBD tahun 2020.

Dari laporannya, Laura menyebutkan target pendapatan daerah tahun anggaran 2020 sebesar Rp1,40 triliun dan teralisasi sebesar Rp1935 triliun atau 96,46 persen. 
Adapun rincian LKPJ tersebut, meliputi Pendapatan Asli Daerah ditargetkan sebesar Rp 104,67 miliar, terealisasi sebesar Rp.133,19 miliar atau tercapai 127,24 persen.

Dana perimbangan yang semula ditargetkan sebesar Rp 944,50 milyar, terealisasi senilai Rp 882,6 milyar atau mencapai 93,41 persen, dan Rp 354, 71 miliar lain lain pendapatan daerah serta terealisasi senilai Rp 338,75 miliar atau sebesar 95.50 persen.

Selain realisasi pendapatan daerah, Laura mengungkapkan realisasi belanja daerah pada tahun anggaran 2020 yang dianggarkan sebesar Rp 1,43 triliun direalisasikan sebesar Rp 1,33 triliun atau sebesar 93,17 persen. Belanja ini terdiri dari belanja langsung dan tidak langsung. 

Untuk belanja tidak langsung dilokasikan sebesar Rp 820,83 miliar terealisasi hingga 97.07 persen atau senilai Rp796,77 miliar. Belanja ini terdiri dari, belanja pegawai, subsidi, hibah, bantuan sosial, dan bantuan keuangan provinsi Kalimantan Utara dan pemerintahan desa.

Sementara, belanja Langsung dialokasikan sebesar Rp 610 miliar lebih terealisasi sebesar Rp 517 miliar lebih atau 87,93 persen yang terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan jasa dan Belanja Modal.

Kemudian, target pembiayaan daerah Rp 27 miliar terealisasi sebesar Rp 29,25 miliar atau 105,14 persen yang berasal dari Silpa tahun sebelumnya direalisasikan sebesar Rp 74,14 miliar sedangkan pengeluaran untuk investasi pemerintah daerah dan pembayaran utang terealisasi sebesar Rp 41,88 miliar.

Dalam penyampaian ini, Laura juga mengumunkan sebanyak 18 prestasi dan penghargaan nasional dalam berbagai usuran pembangunan. Diantaranya, meraih WTP atas laporan keuangan selama lima kali berturut sejak tahun 2016 hingga 2020.

Tak hanya itu, penghargaan tertinggi swasti saba wistara emas kabupaten sehat untuk tingkat nasional. Memperoleh sertifikat eliminasi untuk tingkat provinsi Kaltara dan belasan penghargaan lainnya baik tingkat provinsi maupun nasional. "Penghargaan ini merupakan pengakuan tehadap prestasi kolektif pemerintah," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa mengungkapkan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah yang telah maksimal dalam membangun kabupaten Nunukan. "Dan, LKPj ini nantinya akan kita bahas lagi setelah kita cermati bersama anggota DPRD lainya," ungkapnya.(*)