Estimasi APBD 2023 Naik Jadi Rp1,486 Triliun

Estimasi APBD 2023 Naik Jadi Rp1,486 Triliun


NUNUKAN - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan tahun 2023 diestimasi bakal mengalami kenaikan hingga 24,43 persen dari APBD tahun 2022 sebelum masuk perubahan.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah saat menyampaikan nota keuangan rancangan APBD Nunukan tahun 2023 dalam paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa pada Selasa (1/11).

Dia menjelaskan pendapatan daerah tahun 2023, secara keseluruhan diestimasikan sejumlah Rp1 triliun 486 miliar 431 juta 829 ribu 763 rupiah atau Rp1,486 triliun.

Angka ini naik sebesar Rp291 miliar 820 juta 006 ribu 306 rupiah atau 24,43 persen dari APBD tahun 2021 (sebelum perubahan) yakni sebesar Rp1 triliun 194 miliar 611 juta 833 ribu 457 rupiah.

Angka pendapatan daerah ini terdiri dari PAD tahun 2023 sebesar Rp110 miliar 004 juta 528 ribu 459 rupiah. Jumlah ini turun Rp20 miliar 774 juta 254 ribu 688 rupiah atau turun -15,88 persen dibanding tahun 2022 sebesar Rp130 miliar 818 juta 783 ribu 147 rupiah.

Untuk pendapatan transfer tahun 2023 sebesar Rp1 triliun 376 miliar 387 juta 301 ribu 304 rupiah. Angka ini naik sebesar Rp312 miliar 594 juta 260 ribu 994 rupiah atau naik 29,38 persen dibanding tahun 2022 sejumlah Rp1 triliun 064 miliar 793 juta 040 ribu 310 rupiah.

"Untuk lain-lain pendapatan yang sah tahun 2023 sama dengan tahun 2022 yakni nol rupiah," ujarnya

Kemudian untuk belanja daerah pada rencana APBD 2023 sejumlah Rp1 triliun 513 miliar 431 juta 829 ribu 763 rupiah. Angka ini naik Rp283 miliar 820 juta 006 ribu 306 rupiah dari tahun 2022 yakni Rp Rp1 triliun 229 miliar 612 juta 824 ribu 457 rupiah.

Belanja ini terdiri dari belanja operasi tahun 2023 sejumlah Rp935 miliar 393 juta 529 ribu 284 rupiah. Jumlah ini naik sebesar Rp88 miliar 673 juta 640 ribu 497 rupiah atau 10,47 persen dari tahun 2022 yakni sebesar Rp846 miliar 718 juta 888 ribu 787 rupiah.

Tak hanyak itu, belanja modal tahun 2023 ikut naik 118,48 persen dari tahun 2021. Dimana, tahun 2023 sebesar  Rp275 miliat 389 juta 292 ribu 588 rupiah namun tahun 2022 sebesar Rp126 miliar 045 juta 595 ribu 670 rupiah.

Untuk belanja tak terduga tahun 2023 berjumlah Rp14 miliar 992 juta 173 ribu 987 rupiah. Angka ini naik Rp9 juta 867 ribu 987 rupiah atau 0,07 persen dari tahun 2022 sebelum perubahan yakni Rp14 miliar 982 juta 306 ribu.

Begitu juga belanja tranfer tahun 2023 juga mengalami kenaikan 18,93 persen dibanding tahun 2022. Dimana, tahun 2023 sebesar Rp 287 miliar 657 juta 829 ribu 893 rupiah dan tahun 2022 Rp241 miliar 865 juta 043 ribu.

Hanafiah juga menyebutkan pembiayaan daerah dalam APBD tahun 2023 terdiri dari penerimaan pembiayaan tahun 2023 berjumlah Rp27 miliar yang bersumber dari prediksi penerimaan sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun 2022 dan sisa anggaran DAK sebelum perubahan tahun 2022.

Selanjutnya, pengeluaran pembiayaan daerah nol rupiah. Pembiayaan netto sejumlah Rp27 miliar, dimana pembiayaan netto dimaksud untuk menutup defisit anggaran daerah tahun anggaran 2023.

"Jadi, RAPBD 2023 ini sudah sesuai dengan alokasi definitif dan danan tranfer pusat ke daerah. Nah, ini juga belum termasuk bantuan keuangan dari provinsi Kaltara tahun 2023," pungkasnya.(ITn)