Hamil 4 Bulan, Siswi Ponpes di Sebatik Lari Sama Pacarnya, Polisi Kejar Hingga ke Berau

Hamil 4 Bulan, Siswi Ponpes di Sebatik Lari Sama Pacarnya, Polisi Kejar Hingga ke Berau
Kedua tersangka saat ini berada di Polsek Sebatik Timur, setelah ditangkap di Kabupaten Berau.

NUNUKAN - Pelarian seorang siswi di Pondok Pesantren (Ponpes) Sebatik akhirnya terhenti pada Senin (10/1/2022) lalu. Hal itu dikarenakan siswi tersebut berhasil diamankan saat berada di sebuah kos-kosan di Kabupaten Berau, Kaltim. 

Kapolsek Sebatik Timur, Iptu Randhya mengatakan saat diamankan siswi yang berinisial AR (17) itu bersama dengan dua orang pria berinisial AN (22) dan JS (23) serta seorang gadis lainya berinisial PR (14).

"Kita amankan saat mereka berada di sebuah kos-kosan di Kabupaten Berau. Nah, antara PR dan AR itu berteman dan tinggal bertetanga di wilayah Sebakis," jelasnya seperti mana dalam keterangan rilis tertulisnya, Jumat (4/1/2022).

Awal pengungkapan ini, kata dia, bermula saat seorang guru Ponpes datang melapor pada Minggu (9/1) lalu. Guru itu melaporkan salah seorang siswinya berinisial AR kabur dari sekolahnya pada Sabtu (8/1).

"Setelah laporan itu, saya langsung  memerintahkan jajaran Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan," jelasnya. 

Dari hasil penyelidikan, pihaknya mendapatkan informasi jika keberadaan siswi tersebut berada di  di Kabupaten Berau, Kaltim. 

"Akhirnya kami berangkat ke Berau untuk mengejar pelaku. Kami juga kordinasi dan dibantu oleh Sat Reskrim Polres Berau," jelasnya.

Dari hasil interogasi, AR mengaku berhasil lari dari Pondok Pesantren dengan modus ingin mengikuti vaksin di wilayah Sebakis. 

"Jadi, alasan vaksin itu hanya diberitahukan teman sekolahnya. Nah, pada saat pergi tanpa persetujuan dari pihak sekolahnya," ungkapnya. 

Rupanya, aksi tersebut sudah direncanakan sebelumnya, dimana pria berinisial AN akan menyuruh PR untuk menjemput AR di sekolahnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju Kabupaten Berau.

"Ternyata,  AR ini merupakan pacar dari AN. Sedangkan PR berpacaran dengan JS. Kedua pria ini bekerja di perkebunan kelapa sawit," sebutnya. 

Alasan AR melarikan diri, kata dia,  karena telah hamil 4 bulan setelah melakukan hubungan badan dengan pacarnya sebanyak 4 kali. Begitu pula dengan PR juga berhubungan badan dengan pacarnya JS sebanyak 4 kali, namun kondisi nya saat ini tidak hamil.

"Untuk kelanjutan proses penyidikannya Polsek Sebatik Timur akan berkoordinasi dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Nunukan," tambahnya. 

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada kedua tersangka tersebut adalah pasal 81 UURI nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara serta denda Rp5 miliar.(ITn)