Kakak Beradik 'Nyanyi', Iparnya Ditangkap, 3,8 Kg Sabu Diamankan

Kakak Beradik 'Nyanyi', Iparnya Ditangkap, 3,8 Kg Sabu Diamankan

NUNUKAN - Setelah menangkap kakak beradik yakni Irfan dan Dedi, polisi kembali mengamankan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sumiati (39) warga Jalan Lingkar Nunukan, Gang Kampung Bugis, RT. 06, Selisun, Nunukan, Kamis (27/5/2021).

Sumiati ditangkap di rumah atas kepemilikan sabu-sabu seberat 3,8 kilogram. Rupanya, barang bukti ini merupakan milik Irfan yang sebelumnya disimpan Irfan dalam bangunan sarang waletnya.

Kapolres Nunukan, AKBP.Syaiful Anwar, SIK,melalui Kabag Humas Polres Nunukan, AKP Karyadi, SH mengatakan penangkapan Sumiati merupakan hasil pengembangan dari Irfan dan Dedi atas sabu 5 kg sebelumnya. 

"Jadi, saat Irfan berupaya melarikan diri dan kita tangkap di Bandara Tarakan, sudah menyuruh Sumiati untuk memindahkan dan menyembunyikan sabu yang ada di sarang waletnya ke tempat yang aman," bebernya. 

Mendengar perintah Irfan, kata dia, Sumiati langsung mengambil dan menyimpan sabu itu di belakang rumahnya tepatnya di semak-semak. Sabu itu 3,8 kg itu dibagi menjadi delapan bungkus. Dimana tiga bungkus besar yang dimasukan dalam tas salempang warna cokelat. Dan, lima bungkus ukuran sedang disimpan dalam bantal angin.

"Pengakuan Irfan itu sabu ada di sarang walet, setelah kita periksa ternyata nggak ada. Sumiati ini saat kita amankan juga tidak mengakui. Tapi, kita tanya terus, akhirnya dia mengakui dan menunjukan tempat penyimpanannya," bebernya. 

Diberitakan sebelumnya,  Satreskoba Polres Nunukan kembali mengungkap peredaran narkoba seberat 5 kilogram di Jalan Langsat, Selisun, Nunukan Selatan, pada Rabu  (26/5/2021). Pelakunya kakak beradik yang ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda. 

Pelaku yang pertama ditangkap adalah kakaknya yakni Dedi alias Edi (44), warga Tien Suharto, RT 16, Nunukan Timur. Dedi ditangkap di Jalan Lingkar, Selisun, Nunukan Selatan, sekira pukul 8.00 WITA, Senin (24/5/2021) lalu. 

Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar melalui Kasubag Humas Polres Nunukan, AKP M Karyadi mengatakan Dedi ditangkap lantaran memiliki sabu-sabu seberat 55,30 gram yang disimpan kantong plastik warna hitam. 

"Jadi, awalnya ini dari informasi dari masyarakat. Kita langsung selidiki di TKP yang dilaporkan. Nah, di TKP ada seorang pria yakni Dedi yang sedang duduk diatas kendaraanya," ungkapnya.

Tak ingin membuang waktu lama, polisi akhirnya mengamankan Dedi. Hanya saja, setelah dilakukan pengeledahan badan, tidak ditemukan barang bukti. "Tapi, kita langsung bawa tersangka ke tempat penyimpan barang bukti itu. Disitulah, kita temukan sabu-sabunya," bebernya. 

Dari intograsi, Dedi pun mengaku sabu-sabu miliknya diambil dari seorang adiknya yakni Irfandi Yusuf alias Ippang (39). "Kita langsung lakukan pengejaran terhadap nama yang dilaporkan itu," jelasnya. 

Setelah dua hari, polisi akhirnya menangkap adiknya, Irfandi yang saat itu tengah berada di Bandara Juwata Tarakan. Namun saat ditangkap, bukti tidak bersamanya. 

"Tapi pelaku mengaku menyimpannya di sebuah rumah kebun milik seorang bernama Asri di Jalan Langsat, Nunukan Selatan. Nah, personil langsung kembali ke Nunukan untuk memeriksa TKP kedua itu," tambahnya. 

Ternyata, kata dia, sabu ini disimpan dalam kandang ayam. "Jadi ada lima bungkus dengan berat 5 kg kita temukan. Sabu ini dimasukan dalam sebuah ember warna putih lalu dibungkus plastik warna merah muda. Nah, ember ini ditanam dalam tanah," pungkasnya. 

Dari pengakuan Irfandi, sabu tersebut ternyata milik Asri yang rencananya akan dibawa ke Sulsel. Sementara Asri, kata dia, saat ini masih menjadi buronan dan sudah dimasukan dalam DPO. Atas perbuatan itu, kedua tersangka dikenakan UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(*)