Kupas RKPD, Banyak Hasil Reses tak Diakomodir

Kupas RKPD, Banyak Hasil Reses tak Diakomodir
Suasana pembahasan RKPD Bappeda bersama DPRD Nunukan, Senin (24/8)

NUNUKAN - Dalam pemaparan RKPD bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nunukan, membuat sejumlah  anggota DPRD dibikin gerah lantaran banyak hasil reses atau pokok pikiran DPRD yang tak masuk dalam tubuh program RKPD tahun 2021.

Salah satunya, Andre Pratama yang mempertanyakan hasil reses di Sebatik yang tak masuk dalam pemaparan RKPD Pemkab Nunukan. Contoh, pembangunan RKB SD 5 Sei Limau, pembangunan lapangan upacara SMP 2 Sebatin Tengah dan rehabilitas dermaga Binalawan. 

"Nah, ini yang disampaikan dari pokok RKPD tidak ada. Saya bertanya dimana dikasih masuk ini barang. Apakah sudah di RKPD atau sudah menjadi program pemerintah," terangnya. 

Menurut dia, paling tidak Pemkab Nunukan memasukan dua atau tiga dari hasil reses ini. Sebab, dia menilai semua ini merupakan aspirasi dan keinginan dari masyarakat. "Maksud saya begini, apakah ada ruang yang hasil reses kami, masih peluang dimasukan di pokok pikiran RKPD. Tentunya, kita berharap dipertimbangkan lah. Apa yang pokok pikiran dewan ini kan dari masyarakat," pungkasnya. 

Selain itu, Amrin Sitanggang juga meluapkan kekecewaanya lantaran lantaran pembangunan dan peningkatan jalan tani di kecamatan Sebuku tak masuk dalam pembahasan. 

"Ini sebenarnya yang membuat RKPD manusia atau bukan. Sebenarnya saya capek bahas ini. Minimal satu atau tiga lah usulan dimasukan. Karena bukan hanya Nunukan saja kecamatan di kabupaten Nunukan," bebernya.

Padahalnya jika melihat aturan sudah sangat jelas terlihat mulai dari musrembang tingkat desa, kecamatan, provinsi hingga nasional sudah lakukan.

"Jangan saja buka jalan sana sini. Jalan Tani ini kan tempat uang masyarakat di sana. Saya tidak mau membahas biar apapun terjadi, kalau belum bisa tercover," pungkasnya. 

Begitu juga yang diungkap oleh Andi Mutamir, anggota DPRD Nunukan. Kata dia, percuma saja anggota DPRD setiap semester melakukan reses namun akhirnya tidak diakomodir. 

"Sama saja kita habiskan uang negara tidak ada hasil. Hanya formalitas saja. Padahal ini aspirasi masyarakat. Kami juga butuh. Tolong lah, jangan satu anggota DPRD dapat, tapi yang lain tidak. Jadi, sebelum masuk dalam KUA PPAS tolong lah dimasukan. Minimal satu atau dua aspirasi kita," bebernya. 

Anggaran Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan Seharusnya Lebih Banyak

BESARNYA anggaran program pembangunan jalan dibanding dengan anggaran pemeliharaannya juga menjadi sorotan DPRD Nunukan. Hal itu dibahas dalam pemaparan Pemkab Nunukan terkait Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2021.

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama mengatakan memang pembangunan maupun pemeliharaan merupakan program infrastruktur prioritas. Hanya saja, kata dia, alangka baiknya jika anggaran pemeliharaan jalan dimaksimalkan atau diperbanyak.

"Padahal, dalam rapat kita tahun lalu, teman-teman pernah menyampaikan bahwa kita akan meminimalisir untuk program pembangunan jalan. Ini tentu beriringan dengan peningkatan jalan," terang Andre dalam pembahasan itu, Senin (24/8).

Seharusnya, kata Andre, jalan-jalan yang rusak lah inilah yang diperlu ditingkatkan dengan menggunakan anggaran peningkatan maupun pemeliharaan.

"Kalau pembangunan jalan kan artinya jalan baru. Kenapa tidak, jalan yang ada sekarang ditingkatkan. Artinya, kita kecilkan program pembangunan jalan dan kita besarkan di pemiliharan jalan dan jembatan jalan," bebernya. 

Pemeliharan ini, kata dia, adalah hal yang sangat penting. Sebab, jalan yang masuk dalam kewenangan daerah merupakan aset daerah dimana daerah sudah yang mengeluarkan anggaran untuk membuat jalan tersebut.

"Saya lihat anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan hanya dianggarkan Rp1 miliar tahun 2021. Seharusnya, pemeliharaan inilah yang harusnya lebih besar dari itu," ungkapnya. 

Begitu juga diungkapkan oleh anggota DPRD Nunukan, Adama. Dia mengatakan banyaknya jalan rusak di Kabupaten Nunukan banyak pengendara kecelakaan.

"Seperti di Mamolo, Lancang, Binusan. Itu pak rusak pak. Banyak orang naik motor sampai terjatuh. Maksud saya, kenapa kita tidak perbaiki saja. Yang ada dulu diperbaiki. Saya rasa masyarakat bisa menikmati," bebernya.(*)