Lagi, Peredaran Sabu di Perbatasan Diungkap Satgas

Lagi, Peredaran Sabu di Perbatasan Diungkap Satgas
Pembawa sabu H (bertopeng) saat diserahkan kepada Reskoba Polres Nunukan.

NUNUKAN - Untuk yang kesekian kalinya, Anggota Satgas Pamtas Yonif 623/BWU yang bertugas di Pos Aji Kuning, Sebatik, kembali berhasil mengungkapkan peredaran sabu-sabu di perbatasan. 

Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Yordania mengatakan pengungkapan ini bermula dari pemeriksaan rutin yang terus dilaksanakan anggota Pos Aji Kuning Satgas Pamtas Yonif 623/BWU di depan Pos Jaga pada hari Minggu (16/8/2020).

Saat berjaga, kata dia, personilnya menaruh  curiga terhadap barang-barang bawaan yang dibawa oleh pelintas batas milik pria berinisial H. Dan, benar saja, setelah diperiksa, ternyata H menyembunyikan sabu-sabunya dalam makanan ringan atau kerupuk Potato. 

Lanjut dia, dari pengakuan H, narkotika jenis sabu tersebut adalah kiriman dari kakaknya berinisial A yang berada di Tawau, Malaysia. "Kita sudah amankan barang bukti satu unit hape, dan satu toples makanan ringan tempat menyimpan sabu," bebernya. 

Anggota Pos Aji Kuning yang berhasil mengamankan tersangka pembawa narkotika jenis sabu seberat tiga gram tersebut adalah Praka Edi Sucipto beserta 3 orang anggota Pos Aji Kuning lainnya.

"H langsung kita amankan dan bawa ke Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 623/BWU untuk diambil data diri dan keterangan awal dan selanjutnya tersangka telah diserahkan ke Sat Resnarkoba Polres Nunukan oleh Sertu Eka Adjis dan Praka M. Maulidi Ahya (Provost) yang diterima oleh Bripka Yosi pada hari Senin (17/8/2020)," jelasnya.

Dalam rilisnya di Nunukan, Rabu (19/8/2020) Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Yordania, S.I.P., M.Si mengatakan bahwa pengedar narkoba tidak akan pernah berhenti mengirimkan barang-barang terlarang tersebut melewati pos jaga Satgas Pamtas Yonif 623/BWU dengan berbagai cara agar bisa lolos.

"Kami akan terus  siaga menghalau masuknya narkotika masuk ke wilayah Indonesia. Mereka para pengedar narkotika akan selalu mencari celah untuk terus dapat memasukkan sabu ke wilayah Indonesia. Tapi, kami tidak boleh lengah dan tidak akan berhenti melakukan pemeriksaan rutin terhadap para pelintas batas dan barang bawaannya,” ujar Dansatgas.

Lebih lanjut Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU mengatakan bahwa pengamanan pengedar narkotika jenis sabu untuk kesekian kalinya ini membuktikan kesigapan anggota Satgas Pamtas Yonif 623/BWU terhadap kejanggalan bawaan pelintas batas.

“Pemeriksaan rutin akan terus dilakukan untuk menghalau masuknya narkotika ke wilayah Indonesia sehingga kesigapan dan naluri dari anggota kami terhadap barang bawaan pelintas batas harus terus dilatih apalagi ada barang-barang bawaan yang jelas-jelas mencurigakan,” imbuh Dansatgas mengakhiri.(*)