Langgar Prokes Lalu Disanksi, Hasan: Itu Simulasi Persiapan

Langgar Prokes Lalu Disanksi, Hasan: Itu Simulasi Persiapan
Salah seorang pengendara yang disanksi dalam simulasi kedispilinan protokol kesehatan.

NUNUKAN - Sebuah video beredar yang menampakkan aparat kepolisian bersama TNI serta Satpol PP di Nunukan tengah memberikan sanksi kepada pengendara yang tidak menaati aturan protokol kesehatan (Prokes). Seketika, video itu pun viral saat dibagikan di medsos, bahkan ada pula pesan berantai bertuliskan sudah ada puluhan warga diberikan sanksi push up.

Menanggapi hal ini, Kabid Kedaruratan, BPBD Nunukan yang juga tergabung dari Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Nunukan, Hasan mengatakan pemberian sanksi kepada puluhan warga adalah hoax. Memang, kata dia, video tersebut benar adanya namun masih sebatas simulasi untuk kesiapan pelaksanaan pembinaan disiplin protokol kesehatan.

"Mohon bantuan teman-teman media untuk meluruskan video tersebut. Ini juga sebagai tindaklanjut dari sosialiasi, himbauan maupun upaya pembagian masker kepada masyarakat yang sudah dilakukan selama ini. Hingga saat ini, belum kita terapkan di Nunukan untuk kegiatan pembinaan disiplin seperti contoh yang ada di video," terangnya.

Untuk video yang berdurasi 1 menit 33 detik itu, kata dia, masih belum jadi. Sebab, masih ada beberapa penggalan video lainya tentang pembinaan disiplin protokol kesehatan. "Ini hanya sedikit penggalan video yang belumkami edit. Ini simulasi aja. Kita belum terapkan," pungkasnya.

Dalam video itu dijelaskan, seorang pengendara motor yang melintas Alun-alun Nunukan tepatnya di depan Bank BNI dihentikan oleh petugas dari kepolisian, TNI, Satpol PP dan sebagainya. Setelah berhenti, petugas pun langsung memberitahukan pelanggarannya yang tidak menggunakan helm serta masker. "Bapak melanggar, tidak pakai helm dan tidak pakai masker," jelas petugas dalam video itu.

Sementara pengedara motor yang menggunakan baju lengan panjang abu-abu serta dilengkapi rompi tertulis pelanggar protokol Covid-19 meminta agar pemberlakukan sanksi ini dilakukan secara merata. "Tapi, saya mohon pak ya, aturan ini terapkan untuk semua masyarakat. Jangan pilih kasih. Saya monitor pak. Terimakasih, " tegas pengendara tersebut.

Pengendara itu pun terlihat langsung melakukan push up sebanyak tiga kali. Tak sampai disitu, aparat kepolisian juga mengeluarkan secarik kertas untuk dibacakan pengendara sebagai pernyataan untuk tidak menggulangi perbuatannya lagi, sekaligus mengajak masyarakat Kabupaten Nunukan untuk tertib melakukan protokol kesehatan.(*)