Masuk Tanpa Dokumen, 107 Kardus Oli dari Malaysia Diamankan

Masuk Tanpa Dokumen, 107 Kardus Oli dari Malaysia Diamankan

NUNUKAN - Upaya Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C (TMP) Nunukan untuk menekan kerugian negara tak hanya sekedar omongan. Itu dibuktikan dari pengamanan ratusan kardus berisi oli dari Malaysia di Sebatik diamankan bersama Satgas Pamtas, sekira pukul 20.00 WITA, Kamis (15/4/2021) malam. 

Kepala Seksi (Kasi) Penindakan dan penyidikan (P2), KPPBC Nunukan, Sigit Trihatmoko mengatakan pengungkapan ini bermula saat pihaknya melakukan operasi bersama satgas Pamtas di wilayah pelabuhan rakyat Lalo Salo, Sebatik.

"Dalam operasi itu, kita menemukan  sebuah Kapal tanpa nama dari Tawau Malaysia sedang melakukan pembongkaran di Pelabuhan Rakyat Lalo Salo Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Nah, kita langsung melakukan pemeriksaan terhadap muatan kapal temasuk orangnya," terangnya.

Dari pemeriksaan itu, ternyata ditemukan 107 kardus berisikan oli mesin kalal 2T merk Yamalube. Rinciannya 92 karton oli Yamalube isi 4 liter (tiap karton berisi 6 biji) atau total 552 botol, ditambah 15 karton oli isi 0,5 liter yang tiap karton berisi 24 biji  atau jumlah seluruhnya 360 botol.

"Barang ini tidak dilengkapi dokumen Kepabeanan. Dari hasil pemeriksaan terhadap didapatkan keterangan bahwa muatan tersebut hendak dibawa ke sebuah gudang di Sebatik untuk kemudian di angkut ke beberapa pemilik yang tidak disebutkan namanya di Nunukan," bebernya. 

Untuk penanganan lebih lanjut, barang muatan kapal tersebut dilakukan penegahan kemudian dibawa ke Pos Pengawasan Bea dan Cukai Sei Pancang. Untuk pelanggarannya, dididuga melanggar  Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. "Untuk pemiliknya kapal dilakukan penelitian lebih lanjut," bebernya.(*)