Merakyat! Jika Terpilih, Ini Program Kerja Danni-Nasir

Merakyat! Jika Terpilih, Ini Program Kerja Danni-Nasir
Danni Iskandar saat bersama parpol pengusung dan pendukung dalam deklarasinya, Sabtu (5/9/2020)

NUNUKAN - Dengan membawa semangat perubahan, Danni-Nasir tak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Sebab, Danni mengaku hal ini akan berdampak kepada masyarakat di Kabupaten Nunukan. 

Danni mengatakan akan berjuang membangun kabupten Nunukan dari tingkat paling bawah, RT dan Desa. "Inilah yang kami sebut Nunukan baru. Kabupaten Nunukan harus bagun diperencanaan dan anggaran yang baru," tegasnya.

Dia juga berkomitmen jika terpilih akan memberikan kewenangan kepada masyarakat di tingkat RT dan desa untuk melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan daerahnya masing masing.

"Dengan pola dan manajemen yang baru, memungkinkan masyarakat bisa berpartisipasi secara aktif dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan dan untuk dirinya mereka sendiri," ungkapnya.

Selain itu, kewenangan pemerintah kecamatan akan diperluas dalam hal pengawasan. Sehingga, kata dia, pemerintah kabupaten hanya berfungsi melakukan pendampingan teknis dan memperdayaan kapasitas aparatur dan desa.

"Atas ijin tuhan yang maha esa dan dukungan masyarakat, kami bertekat mengerakan roda perekonomian kabupaten Nunukan dari RT dan desa," jelasnya. 

Namun bagaimana kerjanya? Danni menjelaskan dengan memberikan dana program melalui APBD minimal Rp150 juta per tahun.

"Jadi, sebenarnya ini program sudah lama. Kabupaten lain sudah berbuat. Seperti Malinau itu sudah 10 tahun berjalan pak masyarakatnya sejahtera. Kok, Nunukan begini-begini saja," ungkapnya. 

Selama menjabat sebagai Ketua DPRD Nunukan, dia mengaku ada 14 program yang dirinya luncurkan. Terntunya program itu berbasis RT.

"Saya melihat masyarakat kita selalu bergotong royong, selalu berpartisapasi. Tapi sampai kapan?. APBD kita banyak, anggaran kita ada, kenapa tidak alokasikan kepada masyarakat kita," bebernya. 

Atas programnya yang berbasis RT inilah, Danni mengaku sangat paham betul kondisi masyarakat yang benar-benar berada di bawah.

"Saya pernah merasakan jerih payah teman-teman di lingkungan. Karena saya mengalaminya. 14 progam saya, termasuk membangun lapangan Mamolo, pembangunan Pantai Sute dan sebagainya. Itu berdasarkan gotong royong semuanya," ujarnya.

Tak hanya mengalokasikan dana program minimal Rp150 juta per tahun, Danni juga berkomitmen akan menaikan alokasi anggaran dana desa yang selama lima tahun ini hanya 10 persen saja, namun menjadi 20 persen.

Begitu juga dengan memperjuangkan saran dari partai koalisinya yang ingin menaikan tunjangan ASN sampai 12 tahun. 

Dia memahami salah satu kesulitan daerah pinggiran adalah minimnya infrastruktur terutama jalan dan jembatan, akses menuju sentra-sentra pertanian dan perkebunan.

Untuk mempercepat proses pembangunan ini, Danni bertekad mengupayakan pegadaan alat berat berupat excavator setiap kecamatan di Kabupaten Nunukan. 

"Jadi begini. Mohon maaf. Biasanya masalah kita berkebun maupun bertani selalu kesulitan jalan tani. Selalu menunggu lelang yang belum tentu tembus dalam satu hingga dua tahun," pungkasnya. 

Dengan pengadaan excavator setiap kecamatan, kata dia, tentu akan berdampak pada masyarakat luas. Artinya, masyarakat tinggal bergilir aja menggunakan bersama kantor Camatnya. 

Dia juga mengajak masyarakat untuk melihat karakter Danni-Nasir yang mengutamakan sopan berpolitik, beretika dan menghargai orangtua semuanya.

"Saya harap semuanya senang. Mari kita menyambut Pilkada dengan damai dan tenang. Jangan selalu menginterversi satu dengan lain. Apalagi menimbulkan perpecahan," ujarnya.(*)