Paripurna, KUA PPAS Perubahan APBD 2020 Turun 3,19 Persen

Paripurna, KUA PPAS Perubahan APBD 2020 Turun 3,19 Persen
DPRD Nunukan saat menerima rancangan KUA PPAS perubahan APBD tahun 2020, Senin (24/8/2020)

NUNUKAN - Berbeda dengan tahun sebelumnya, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Program Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) dalam rancangan perubahan APBD tahun 2020 ini mengalami penurunan hingga 3,19 persen.

Sekertaris Daerah (Sekda) Nunukan, Serfianus mengatakan penurunan ini tak hanya terjadi di Kabupaten Nunukan, namun seluruh kabupaten/kota juga ikut turun. Hal ini dikarenakan kondisi daerah yang saat ini masih menghadapi pandemi Covid-19. "Dan memang semua turun bukan naik," terangnya. 

Seperti perubahan pendapatan semula diproyeksi mencapa Rp 1,434 triliun turun menjadi Rp 1,390 triliun atau 3,19 persen. Penurunan pendapatan daerah ini, berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. 

"Memang kegiatan fisik banyak yang kita pangkas. Dan mempertahankan yang prioritas saja. Kemudian kegiatan yang lainya, kita juga mengandalkan pada DAK," bebernya. 

Wakil Ketua DPRD Nunukan, Burhanudin mengatakan sejauh ini dirinya hanya memfokuskan pada tiga pencapaian berdasarkan RPJMD 2016-2021. Seperti penanganan Covid-19, perbaikan ekonomi dan fokus dalam pembayaran utang.

"Ini semuanya nanti akan kita evaluasi. Apakah, betul-betul sasaran dan target yang tuangkan dalam RPJMD bisa direaliasi," ujarnya.

Untuk diketahui, PAD yang semula dianggarkan Rp96,151 miliar mengalami perubahan menjadi Rp104,676 miliar atau naik sekitar 8,87 persen.

Kemudian, dana perimbangan yang semula Rp1,013 triliun berkurang menjadi Rp944,502 miliar atau turun 6,85 persen. Dan, lain-lain pendapatan yang sah yang semula dianggarkan Rp324,474 miliar bertambah Rp340,904 miliar.

Untuk belanja yang semula dianggarkan Rp 1,446 trilun berkurang menjadi Rp 1,417 triliun atau turun sekitar 2,01 persen.(*)