PDI-P, Nasdem, Perindo, Untuk Danni-Nasir?

PDI-P, Nasdem, Perindo, Untuk Danni-Nasir?
Danni-Nasir saat menerima SK DPP PBB beberapa hari lalu.

NUNUKAN - Meski sudah mengantongi 11 kursi dari 4 partai, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, H Danni - M Nasir, tampaknya masih mengejar sejumlah partai lainnya yang belum mengeluarkan SK dari DPP.

Juru Bicara Pemenangan Danni-Nasir, Andre Pratama mengatakan Danni-Iskandar sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah partai. Seperti halnya PDI-P, Nasdem, dan Perindo. "Beberapa DPP juga sudah melakukan interview terhadap Danni-Nasir," jelasnya.

Dia juga mengaku optimis mendapatkan dukungan tiga partai tersebut. Sebab, kata dia, komunikasi terhadap partai tersebut memang sejak lama dijalin. "Sampai saat ini, komunikasi intern masih kita lakukan. Mudah-mudahan pekan depan sudah ada kepastian dari Nasdem dan Perindo. Begitu juga dengan PDI-P juga akan menyusul," tambahnya.

Saat ini, pria yang juga sebagai Ketua DPC PBB Nunukan mengatakan Danni-Nasir telah mengantongi 11 kursi dari 4 partai koalisi. Yakni, Demokrat 5 kursi, PKS 4 kursi, PBB 1 kursi, dan PPP 1 satu kursi. "Kita ingin memperlihatkan ke masyarakat komitmen politik kita yang ingin ada pembaruan di Kabupaten Nunukan," jelasnya.

 

Komitmen Partai Koalisi Menangkan Danni-Nasir

SELAIN intruksi dari DPP, komitmen partai koalisi pendukungan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, Danni-Nasir kini semakin mengebuh. Pasalnya, sejumlah partai koalisi mengaku siap untuk turun ke lapangan untuk melawan pertahana Asmin Laura-Hanafiah.

Ketua DPC PBB Nunukan, Andre Pratama mengatakan mengenai komitmen PBB memenangkan Danni-Nasir memang tak perlu diragukan. "Memang, sejak awal kita di PBB sudah mendukungan Danni-Nasir untuk maju di Pilkada. Kita siap sekali turun di lapangan," terangnya.

Disinggung mengenai isu kampanye hitam yang marak terjadi saat mendekati Pilkada, kata dia, sebagai negara demokrasi hal itu memang tidak pernah lepas. "Tapi, saya yakin masyarakat sudah jeli dan paham bagaimana sosok yang akan didukung nantinya. Dan akan mereka coblos," ungkapnya. 

Hanya saja, dia menyikapi, kampanye hitam tidak perlu dibalas dengan kampanye hitam juga. Artinya, pihaknya lebih mengedepankan misi dan visi dibanding melakukan kampanye hitam yang merusak demokrasi. "Untuk tagar kita ganti bupati 2020, saya rasa bukan masuk dalam kampanye hitam. Tapi, itu hanya slogan dan penyemangat kita untuk bekerja dalam memenangkan Pilkada nantinya," tambahnya. 

PBB yang baru saja menyerahkan SK dukungan kepada Danni-Nasir pada tanggal 17 Juli 2020 di Jakarta, kata dia, adalah suatu amanah yang akan kita pegang teguh dalam pertarungan Pilkada nanti. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh  Ketua DPC PPP Nunukan, Andi Mutamir. Dia mengaku SKK DPP PPP yang diserahkan kepada Danni-Nasir pada tanggal 17 Juli 2020 lalu, adalah bukti komitmen PPP dalam mendukungan Danni-Nasir. "Tentunya, kita akan rapatkan barisan untuk memenangkan pasangan Danni-Nasir nantinya," pungkasnya.(*)