Pekan Berbagi, Komunitas Ini Gandeng Polres Nunukan Sasar Warga tak Mampu

Pekan Berbagi, Komunitas Ini Gandeng Polres Nunukan Sasar Warga tak Mampu
SIP dan KSN bersama Polres Nunukan saat menyalurkan bantuan akhir pekan, Minggu (9/1/2022).

NUNUKAN - Jika membahas komunitas memang tak lepas dari kegiatan sosial. Hal inilah yang dilakukan oleh Sahabat Intruders Peduli (SIP) Nunukan dan Komunitas Sedekah Nunukan (KSN) pada Minggu (9/1/2022) sore. 

Dengan mengandeng Polres Nunukan yang dihadiri oleh Ps. Kanit SPK I Polres Nunukan, Bripka Achmad Jaelani, S.H, para komunitas ini menyasar kepada warga yang tak mampu. 

Nah, di akhir pekan ini, keluarga Nikmah yang berada di Jalan Pembangunan, Nunukan Barat, terpilih sebagai penerima bantuan paket komplit sembako pada minggu kedua bulan Januari 2022 ini.

Sekretaris SIP Nunukan, Irwansyah mengatakan sebenarnya kegiatan sosial merupakan agenda rutin setiap akhir pekan atau setiap hari minggu, dengan sasaran untuk warga yang tidak mampu.

"Jadi, kami sebenarnya sudah punya list penerima. Tapi, sebelum menerima bantuan, jauh-jauh hari kita lakukan survei beberapa kali. Apakah memang benar-benar membutuhkan atau tidak," ujarnya, Minggu (9/1/2022).

List penerima didapatnya dari informasi para tetangga. Sebab, kata dia, tetanggalah yang lebih tahu kondisi kehidupan warga sekitarnya.

"Biasanya kita disuruh sarankan kesini, kesitu. Nah, kita langsung cari informasi tetangga itu. Baru kita survei, karena sampai saat antrean yang mau kita datangi cukup banyak," bebernya. 

Dia menegaskan SIP Nunukan sendiri berdiri kurang lebih sudah setahun lama. Selama itu, pula bansos rutin setiap minggu dilakukan. 

"Sebenarnya, awal terbentuk SIP ini berawal dari nongkrong bareng. Nah, dari hanya nongkrong, kita bikin lah komunitas, tapi kurang lengkap tanpa ada kegiatan, akhirnya kegiatan berbagai bersama," sebutnya. 

Sejauh ini, kata dia, sudah ada kurang lebih 30 orang yang bergabung dalam komunitas SIP Nunukan. 

"Nah, kalau dihitung sudah berapa banyak kita berikan, ya sangat banyak lah. Kenapa kita pilih hari minggu, karena sebagian besar anggota SIP ini dari kepolisian dan kedinasan. Jadi, hari minggu adalah moment yang pas," ujarnya. 

Dia juga menegaskan SIP Nunukan tak hanya sekedar berdiri begitu saja. Sebab, kata dia, ada mimpi dari anggota yang ingin mengembangkan SIP Nunukan. 

"Untuk visi misi kita jelas. Insya allah, kami akan kembangkan komunitas ini. Kedepan, kita juga optimis ingin membuat suatu yayasan yang bisa membantu masyarakat," sebutnya. 

Sementara itu, Nikmah mengungkapkan rasa terimakasinya atas bantuan yang diberikan. Sebagai guru ngaji, dia mengungkapkan tidak mengharapkan ada penghasilan. "Saya tidak minta bayaran. Saya ikhlas. Itulah ilmu saya dari kampung jadi sebarluaskan," ujarnya. 

Namun terkadang, kata dia, ada saja orangtua dari murid ngajinya yang ingin memberikan bayaran. "Namun saya tolak. Kadang ada yang antar sembako," ujarnya. 

Saat ini, dia mengaku ada kurang lebih 10 anak didik ngajinya. "Sudah banyak yang berhenti, karena orangtuanya pindah kan jadi anaknya ikut pindah. Mereka belajar ngajinya di rumah ini saja," sebut. 

IRT asal Lombok, NTB ini mengutarakan saat menginjak kabupaten Nunukan sejak tahun 2000 silam. Itupun berasal dari pemutihan atau pemulangan besar-besaran TKI saat itu. 

"Karena suami kan ada di Malaysia, jadi saya juga ikut. Mungkin ada tiga bulan di Malaysia, baru ada pemutihan. Akhirnya sampai di Nunukan hingga saat ini. Baru satu kali saya pulang kampung," pungkasnya.(ITn)