Pengerjaan Lambat, DPRD Kunjungi Proyek PLTMG Mansapa

Pengerjaan Lambat, DPRD Kunjungi Proyek PLTMG Mansapa

NUNUKAN - Sejumlah Anggota DPRD Nunukan akhirnya mendatangi lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 10 MW di Kelurahan Mansapa, Nunukan Selatan, Kamis (29/7/2021) siang. 

Kedatangan mereka untuk mengecek langsung progres dan perkembangan proyek dari APBN yang menelan anggaran kurang lebih Rp200 miliar. 

Kunjungan ini dipimpin langsung  Wakil Ketua DPRD Nunukan, Burhanuddin dan Ketua Komisi I Andi Krislina serta anggota Komisi I DPRD Nunukan, Andre Pratama, Hj Nikmah dan Joni Sabindo. Mereka pun disambut oleh pengawas lapangan PLN UP3 Berau, Anwar.

"Kita menanyakan kenapa proyek ini sangat terlambat selesai. Karena, pengerjaan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi dengan kondisi listrik di Kabupaten Nunukan sering mengalami kendala dan PLMTG inilah yang solusinya," terangnya. 

Dia menilai proyek ini merupakan harapan besar masyarakat, khususnya untuk kebutuhan listik di perbatasan Kabupaten Nunukan. "Karena pembangunan ini dua kali lipat dari yang ada di Sembaung," jelasny

"Makanya kami (DPRD) berinisiatif untuk datang ke tempat ini (lokasi proyek), seperti apa sih pemasalahannya? Karena menurut kami, ini harus secepatnya direaliasikan. Mumpung mesin yang ada di Sembaung masih sehat-sehat, sehingga ketika terjadi bermasalah, tidak ada lagi pemadaman," tuturnya. 

Alasan yang diberikan pihak PLN melalui pengawas lapangan, kata dia, memang masuk akal. Namun begitu dirinya mengaku sedikit tidak puas lantaran progress maupun target kapan bisa dinikmati, belum sepenuhnya terjawab dari pengawas PLN tersebut. 

"Pandemi Covid memang persoalan apapun ada imbas. Tapi dengan pertemuan ini, kita tahu mereka tetap bekerja bahkan sudah ada alat beratnya masuk. Mudahan tidak terlalu lama selesai. Kami juga akan berkordinasi dengan manajemen PLN yang ada di Balipapan. Kita harap ini dijadikan prioritas," ungkapnya. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Andre Pratama. Dia mengatakan masih daerah, khusus di pulau Sebatik yang belum terpenuhi soal kelistriman. "Jadi, PLMTG ini jadi harapan kita," tuturnya. 

Selain itu, dia juga mempertanyakan mengenai alasan PLN mengambil rekanan kontraktor PT Truba sebagai pemenang pengerjaan tersebut. Sebab, dirinya mendapatkan informasi, PT Truba sudah dinyatakan failed sejak tahun 2014 silam. "Apakah PLN ini tidak salah pilih rekanan?," ujarnya. 

Pengawas Lapangan PLN UP3 Berau, Anwar menegaskan dirinya tidak mempunya kapasitas kewenangan untuk menjawab persoalan PT Truba yang disebut failed. 

"Kenapa bisa PLN mengandeng PT Truba? itu bukan kewenangan saya menjawab. Karena semua kontrak maupun keputusan ranahnya ada di pusat pak. Jadi bukan kapasitas saya," jelasnya. 

Dia mengakui keterlambatan pengejaan ini disebakan pandemi Covid-19 yang menbuat pengerjaan terhenti sementara. "Kalau tidak salah awal Maret 2020 terhenti sementara. Setelah pancang tiba, tidak ada aktiftas karena pembangunan dengan kontraktor terkena dampak covid, jadi tidak bisa berjalan," jelasnya. 

Hingga awal Januari 2021, ditujuklah PT Truba untuk melanjutkan pekerjaan sipilnya. Memang saat ini masih tahap persiapan segala kebutuhan kelanjutan pekerjaan. "Saya juga baru di tugas di Nunukan, belum ada pekerjaan masih tahap persiapan. Tapi, kemarin alat berat sudah ada yang sampai dan sebagian alat juga masih pengiriman," jelasnya. 

Mengenai pekerjaan yang sudah ada, Anwar juga belum bisa memprediksikan berapa capaian saat ini. Sebab belum ada aktiftas yang terlalu signifikan. "Kalau target kapan selesai, kita belum tahu. Itu dari pusat. Untuk pondasi mesin itu sudah pancang semua pak. Ini tinggal menunggu alat pendukungnya di datangkan. Tapi semua pertanyaan ini akan saya sampaikan ke pimpinan," jelasnya.

Untuk diketahui, jika melihat jadwal proyek ini seharusnya selesai diakhir tahun 2018 lalu dan dioperasikan tahun 2019 lalu, namun hingga tahun 2021, proyek ini masih terlihat kosong dan hanya tertanam puluhan pondasi beton di lahan seluas 4 hektar.

Proyek milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero ini, pelaksanaanya dimulai dari pengadaan lahan tahun 2017 seluas lebih 4 hektar di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, dikerjakan oleh PT Truba sebagai kontraktor pemenang lelang.

Dari pantauan di lokasi pembangunan PLTMG, ada tiga titik pemasangan pancang beton di lokasi tersebut. Beton itu sudah tampak berkarat. Beton ini sudah ada sejak tahun 2018 dan 2019. Namun tahun 2020, progress pekerjaan tidak menunjukan kemajuan, meski di bagian ujung lokasi terlihat 3 unit mesin pembangkit dibungkus plastik warga biru.

Di depan proyek ini terpasang papan plang proyek bertulisan Truba PLTMG – 2 (10 MW) dan gambar logo PLN serta logo perusahaan Surveyor Indonesia yang ditunjuk sebagai konsultan pelaksana kegiatan.(ITn)