PKM di Nunukan Tak Diperpanjang, Ini Tiga Pertimbangannya

PKM di Nunukan Tak Diperpanjang, Ini Tiga Pertimbangannya

NUNUKAN - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nunukan kini tak lagi memperpanjang masa pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kabupaten Nunukan, Senin (8/2/2021). Hal ini berdasarkan hasil evaluasi setelah empat minggu terakhir, PKM diberlakukan.

Juru Bicara Satgas Penangan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan ada tiga indikator sebagai pertimbangan yang membuat Satgas Covid-19 Nunukan tidak memperpanjang masa perpanjangan PKM sesuai surat edaran nomor 2 tahun 2021 tentang PKM. 

Ketiga indikator itu, kata Aris, dikarenakan kondisi Kabupaten Nunukan sudah berada zona orenye atau risiko sedang. Kemudian, indikator perkembangan penambahan kasus konfirmasi positif yang telah menunjukan trend penurunan. 

Terakhir, indikator keterisian ruang perawatan RSUD Nunukan yang menunjukan angka positif berada di bawah angka 60 persen sesuai dengan standar WHO. 

Namun begitu, dia berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan untuk tetap mematuhi protokol ketentuan yang ada dalam surat edaran nomor 3 tahun 2020 tentang protokol pencegahan Covid-19 pada tempat usaha di Kabupaten Nunukan.

Kemudian, surat edaran nomor 6 tahun 2020 tentang pencegahan penularan Covid-1, untuk kegiatan masyarakat Kabupaten Nunukan. "Satgas penanganan Covid-19 tetap melakukan penilaian risiko perkembangan kasus yang ada," jelasnya. 

Untuk diketahui, di Kabupaten Nunukan telah menerapkan PKM selama empat minggu yang dimulai sejak 12 Januari hingga 26 Januari 2021. Lalu diperpanjang dari tanggal 26 Januari hingga 8 Februari. Dan, sekarang tidak dilakukan perpanjangan masa PKM. Hal ini juga berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan. 

Dalam PKM sebelumnya dijelaskan  seluruh seluruh Camat, Lurah, Kepala Desa agar kembali mengoptimalkan Posko Satgas Penanganan COVID-19 di wilayahnya masing-masing.

Kemudian, berupaya untuk mencegah dan menghindari kerumunan baik dengan cara persuasif maupun dengan cara penegakan hukum dengan melibatkan aparat keamanan dari Satpol PP dan TNI/POLRI.

Lalu, jam  jam operasi rumah makan, restoran, cafe, dan sejenisnya, hanya diperkenankan melayani makan di tempat hingga pukul 21.00 WITA. Diatas jam itu, maka harus menggunakan sistem  Take Away ( pesan dan bungkus/tidak makan ditempat ).

Tak hanya itu, jam operasional tempat wisata, sarana hiburan masyarakat, pub, bar, diskotik, karaoke dan sejenisnya, juga sama hanya diperkenankan dibuka hingga pukul 21.00 wita.

Serta, bagi pelaku usaha dan karyawan serta pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dan membatasi jumlah pengunjungnya dari kapasitas biasanya sesuai dengan SE Nomor 3 tahun 2020 tentang protokol Covid di tempat usaha. Contoh, kapasitas  ruangan bisa menampung 100 orang maka hanya diperkenankan 50 persennya.

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Nunukan juga tidak memberikan rekomendasi ijin pelaksanaan kegiatan masyarakat dan melarang aktifitas masyarakat yang mengundang orang dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan kerumunan, termasuk diantaranya adalah acara resepsi pernikahan, aqikah, perayaan ulang tahun dan acara sejenisnya.(*)