Puluhan Karung Daging Ilegal dari Malaysia Digagalkan di Sebatik

Puluhan Karung Daging Ilegal dari Malaysia Digagalkan di Sebatik

NUNUKAN -  Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC berhasil menggagalkan penyelundupan daging ilegal, daging Allana dan GBP Australia yang berasal dari Tawau Malaysia di Dermaga Tradisional Desa Losalo,  kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Sabtu (8/5/2021). 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad, Letkol Arh Drian Priyambodo, S.E., dalam rilis tertulisnya di Makotis Satgas, jalan Fatahilah, Nunukan, Minggu (9/5/2021).

Dia menjelaskan, diamankannya barang ilegal tersebut pada saat personel Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Pos Tanjung Aru melaksanakan patroli keamanan.

"Pada saat kegiatan patroli  keamanan berlangsung, personel Satgas curiga terhadapat pedagang sembako yang ada di Dermaga, kemudian personel mendatangi lokasi tersebut untuk dilakukan pemeriksaan, setelah dilakukan pemeriksaan, didapat 20 karung dan 10 dus berisi daging yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat administrasi," ujar Dansatgas. 

Adapun yang diamankan, 20 Karung Daging tanpa merek, 8 Kardus daging jenis  Allana, 2 kardus daging merek GBP AUSTRALIA, dengan Total jumlah keseluruhannya sebanyak 30 paket daging ilegal.

"Daging ilegal ini diangkut menggunakan perahu jongkong milik Hj.Tija warga pulau sebatik yang di bawa langsung dari Tawau-Malaysia dan akan di jual di pulau Sebatik," ungkapnya. 

Dari pemeriksaan lanjut, dia mengaku mendapatkan informasi bahwa pemilik daging illegal tersebut milik salah seorang pengusaha yang berada di Desa Sei Pancang, Sebatik Utara, bernama Adi. 

"Untuk sementara barang bukti diamankan di Pos Pengawasan Bea Cukai Sebatik sambil menunggu pemilik barang tersebut untuk diminta keterangan lebih lanjut, sebagai upaya pencegahan agar kegiatan tersebut tidak dilakukan kembali," jelasnya. 

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Sebatik, khususnya di daerah perbatasan agar menghindari pembelian barang – barang ilegal, karena tidak memenuhi standar kesehatan. 

"Kami juga mengharapkan adanya kerja sama antara seluruh instansi terkait, bersama masyarakat yang ada di perbatasan khususnya, untuk melaporkan apabila ada tindakan-tindakan ilegal seperti ini," pungkas Dansatgas. 

Dengan diamankannya barang ilegal tersebut, dia menegaskan Satgas Yonarhanud 16/SBC akan lebih meningkatkan patroli sebagai upaya untuk mencegah kegiatan ilegal serta memperketat jalur tidak resmi di wilayah perbatasan RI-Malaysia yang menjadi tanggung jawabnya.(*)