Sebelum Verfak, 1.044 PPS Harus Dirapid Test

Sebelum Verfak, 1.044 PPS Harus Dirapid Test
Ketua KPU Nunukan, Rahman.

NUNUKAN - Sebelum turun melakukan verifikasi faktual (Verfak), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan akan melakukan rapid test bagi Pemungut Suara (PPS). Hal ini sesuai dengan surat kedinasan KPU RI Nomor 491 yang diterbitkan tanggal 24 Juli 2020.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, Rahman mengatakan dari 240 desa hanya 174 desa yang memiliki sebaran dukungan calon Gubenur dan Wakil Gubernur Kaltara yang maju jalur persorangan H Abdul Hafid Achmad-Makinun Amin. Sehingga, kata dia, hanya 1044 PPS yang nantinya akan menjalani rapit test.

"Kan, hitunganya 174 desa dikalikan 6 orang. Jadi, 1.044 orang saja. Ini sudah sama sekretariatnya. Karena, kemarin saat menerima syarat dukungan dari provinsi, setelah kita data, hanya 174 saja sebaran dukungannya," terangnya kepada infoterkini.id, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, saat ini, pihaknya tengah melakukan koodinasi dengan Dinkes Nunukan serta Gugus Tugas Nunukan mengenai pengadaan rapid tes. Begitu mengenai pelaksaan rapid tes oleh jajaran penyelenggara, kata dia, masih akan dibahas.

"Kalau pulau Sebatik dan Nunukan, saya rasa tidak ada masalah, karena masih dijangkau. Tapi, kalau yang jauh dari kecamatan itu yang sulit. Apalagi di daerah Krayan. Itulah yang mau bahas mekanismenya seperti apa," ungkapnya. 

Rahman menegaskan dari surat kedinasan KPU RI ini, penggunaan rapid tes untuk penyelenggara akan paling lambat  29 Juni nanti. Namun jika nantinya dalam rapid tes ini ada penyelenggara dengan hasil reaktif maka dilakukan pergantian orang.

"Karena, dalam surat kedinasan KPU RI, disebutkan memastikan PPS dalam keadan sehat sehingga mampu melaksanakan verifikasi faktual. Namun jika keadaan kurang sehat maka dapat dilakukan pergantian personil," tegasnya.(*)