Soal Hibah Lahan Perumahan, Leppa Bakal Temui Bupati dan Sekda

Soal Hibah Lahan Perumahan, Leppa Bakal Temui Bupati dan Sekda

NUNUKAN - Keseriusan Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa dalam memperjuangkan status lahan perumahan Griya Tepian Pantai Indah Lestari, tampaknya tak main-main. 

Itu diungkapkan Leppa dalam hearing bersama sejumlah perwakilan masyarakat di ruang Ambalat I DPRD Nunukan, Jumat (13/8/2021).

"Kalau lihat dari awal kasus ini, sudah sangat lama. Kasihan masyarakat terkatung-katung selama 12 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar untuk menuggu ya," terangnya. 

Dia juga menegaskan dalam waktu yang tak terlalu lama akan menemui langsung bupati dan sekda untuk menanyakan langsung persoalan itu.

"Saya tidak bisa langsung mengeluarkan rekomendasi begitu saja, saya pahami dan pelajari duli aturan-aturannya. Tapi, insya allah, sebelum tanggal 17 Agustus saya akan temui bupati dan sekda," ungkapnya. 

Rencana bertemu dengan Bupati dan Sekda, kata dia, tak lain mempertanyakan alasan lambatnya penyelesaian lahan tersebut. Namun jika dikarenakan adanya ASN yang lalai, kata dia, sudah seharusnya diberikan sanksi. 

"Karena tadi saya dengar, ada berkas-berkas atau dokumen pada saat tahun 2009 hilang. Ini perlu dijadikan catatan, kalau tidak maksimal bekerja, pindahkan saja," ujarnya. 

Untuk itu, dia meningatkan kepada ASN untuk berhati-hati dalam bekerja. Sebab, tugas utama ASN adalah menberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," tuturnya. 

Menurutnya, persoalan kejelasan status hibah lahan dan bangunan di perumah itu jangan dibiarkan berlarut-larut. "Namun, satu sisi pemerintah juga sulit memutuskan hibah karena butuh landasan aturan, belum lagi proses menunggu petunjuk dari lembaga negara yang bisa memberikan arahan mekanisme hibah lahan pemerintah," pungkasnya. 

Untuk diketahui, tahun 2009 lalu, ada 100 bangunan perumahan yang dibangun. Namun, hingga tahun ini, ada 129 bagunan yang sudah terbangun. 

"Jadi, mereka pindah secara sukarela karena dijanji akan dikasih lahannya dengan dbuktikan pemberian sertikat pada saat itu. Namun kenyataan, hingga saat ini, belum ada satupun yang terealisasi," pungkasnya.(ITn)