Syukuran Kecamatan Lumbis Hulu, Bupati : Ini Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah

Syukuran Kecamatan Lumbis Hulu, Bupati : Ini Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah
Bupati Nunukan saat meresmikan Kecamatan Lumbis Hulu, belum lama ini

NUNUKaN - Ahuhumaya taka,  Asuang poyo kahuang taka, Apasingkai ra pamahunan. Itulah sepenggal kalimat di sela pidato sambutan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid dalam acara syukuran atas peresmian Kecamatan Lumbis Hulu di Desa Tau Lumbis,  Kamis (27/08). 

kata itu sarat dengan makna dan nilai - nilai positif untuk membangun kebersamaan, dengan arti demikian :" MARI SALING BEKERJASAMA, BANYAK HAL YANG MASIH HARUS KITA LAKUKAN BERSAMA, MARI BANGKIT BERSAMA MEMBANGUN WILAYAH INI MENJADI DAERAH YANG MAJU" . 

Acara yang digelar di balai adat  Adat desa Tau Lumbis ini berjalan hikmat dan diikuti dengan penuh antusias oleh para hadirin dan undangan. 

Di hadapan segenap masyarakat Kecamatan Lumbis Hulu dan rombongan yang terdiri dari Ketua dan Anggota DPRD Nunukan , sekda beserta Kepala  OPD di Lingkungan Pemkab Nunukan, tokoh adat, tokoh agama serta dan tokoh masyarakat, Bupati Laura menyampaikan dalam rangka pembangunan suatu daerah  dibutuhkan langkah langkah yang strategis,  terukur  dan terencana. 

"Kita tidak bisa memajukan suatu wilayah tanpa suatu tindakan yang nyata, dan pada hari ini suatu tindakan yang nyata itu telah diwujudkan oleh Pemerintah yaitu dengan pembentukan kecamatan baru yakni Kecamatan Lumbis Hulu" tutur Laura. 

Lebih lanjut Bupati Laura menyampaikan bahwa pembentukan kecamatan ini bukan hanya sekedar saja namun ada harapan dan makna yang terkandung didalamnya dimana harga diri bangsa dipertaruhkan, sekaligus seluruh pihak sebagai anak bangsa berkaya bergandengan tangan membangun negeri ini. 

Pada kesempatan tersebut  Bupati Luara menyampaikan rencana pembangunan PLBN Labang dengan anggaran sekitar 244 milyar oleh Pemerintah pusat yang saat ini pada tahap proses lelang.

Laura berharap dampak dari pembangunan PLBN ini bermuara kepada kemajuan daerah dan secara khusus kesejahteraan masyarakat kita yang ada di perbatasan. 

"Saya berharap, dengan kehadiran PLBN Labang ini nanti benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di perbatasan, tentunya dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru untuk putera puteri daerah dan peluang usaha seperti jasa transportasi sehingga mampu meningkatkan  kesejahteraan masyarakat" ungkap Bupati. 

Dalam kesempatan ini Plt. Camat Lumbis Hulu Justinus S.Sos mengucapkan teroma.kasih atas kehadiran Bupati Nunukan hj. Asmin Laura Hafid beserta rombongan yang telah dapat hadir di Kecamatan Lumbis Hulu. 

"Terima kasih kepada Ibu Bupati dan rombongan yang sudah hadir ke daerah ini, dimana daerah kami ini sangat jauh dan terpencil di daerah perbatasan, beginilah situasi dan kondisi kami masyarakat perbatasan sebagai 'patok hidup' diwilayah NKRI", ujar Justinus. 

Lebih lanjut Justinus menberikan penjelasan singkat kondisi wilayah Kecamatan Lumbis Hulu 

"Kecamatan Lumbis Hulu terdiri atas 10 Desa, seribu jiwa penduduk dan jumlah kepala keluarga sebanyak 350. Baru baru ini Disdukcapil Pemprov Kaltara bersama Disdukcapil Pemkab Nunukan telah melakukan perekaman data penduduk sehingga pada hari ini Kartu Keluarga kami telah berubah dari Kecamatan Lumbis Ogong menjadi Kecamatan Lumbis Hulu" jelas Justinus. 

Pada rangkaian kegiatan ini Bupati Laura  didampingi oleh Ketua DPRD, segenap anggota DPRD Nunukan beserta rombongan dan para tokoh adat dan tokoh masyarakat menandatangani Prasasti dn meresmikan Tugu Bintor, sebuah tugu dengan desain etnik khas Lumbis Hulu yang menjadi penanda lahirnya Kecamatan Lumbis Hulu. 

Desa Tau Lumbis sebagai ibukota kecamatan Lumbis Hulu sendiri berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia. Hingga saat ini untuk menuju Desa Tau Lumbis dari Mansalong (Ibukota Kecamatan Lumbis) hanya bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi air perahu mesin tempel / gantung / Long Boat menyusuri sungai dengan dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam. 

Perjalanan 6 jam bagi yang pertama kali berkunjung ke Tau Lumbis tidaklah membosankan, karena pemandangan alam sepanjang daerah aliran sungai masih asri, hijau dan sejuk, serta sesekali perjalanan ini memicu adrenalin karena perahu yang ditumpangi lincah bermanuver menembus dan memasuki aliran air deras di sela - sela bebatuan yang bermunculan di sepanjang rute perjalanan. (Humas).