Tiga Kali Kegiatan, Ada 210 Pelanggar Prokes Dibina

Tiga Kali Kegiatan, Ada 210 Pelanggar Prokes Dibina
Tim penegak kepatuhan prokes Covid-19 Nunukan saat turun ke lapangan untuk mendisiplinkan masyarakat yang tidak patuh prokes Covid-19.

NUNUKAN - Dalam pembinaan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, setidaknya sudah ada 210 pelanggar yang dibina oleh tim pengawal kepatuhan prokes Covid-19 Nunukan.

Kordinator Lapangan dalam kegiatan penegakan Prokes Covid-19 Nunukan, Yunus mengatakan pembinaan yang dilakukan pihaknya masih secara persuasif. "Kami lakukan secara humanis. Tidak perlu penindakan yang keras seperti di daerah-daerah lain," terangnya.

Dalam pembinaan ini, kata dia, para pelanggar hanya dimintai memakai baju rompi yang bertuliskan 'Pelanggar Prokes Covid-19" yang sudah disiapkan tim. Setelah itu, pelanggar wajib membacakan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"Jadi kita minta baca pernyataan yang sudah ditandatangani oleh pelanggar. Selain itu, kita juga suruh menghafal pancasila. Jadi, ini lebih ke humanis dan tidak ada sanksi yang keras," terangnya.

Dalam tiga kali kegiataan, kata dia, sudah ada kurang lebih 210 pelanggar yang terdata. "Karena, kita mulai kegiatan ini dari kemarin. Nah, Jumat (26/6/2020) kemarin itu, sudah ada kurang lebih 150 pelanggar kita data. Dan, tadi pagi (Sabtu 27/6/2020) ada 60 an pelanggar. Nanti sore kita lanjut lagi," terangnya.

Rata-rata pengakuan pelanggar prokes Covid-19, kata dia, lupa membawa dari rumah. Dan, adapula yang memang tidak memiliki masker. "Kadang ada pelanggar yang kondisi memang tidak mampu. Kan, selain pengendara, namun pejalan kaki juga kita tahan. Jadi, kita tahu mana orang tidak mampu dan mana orang yang benar-benar lupa," bebernya.

Untuk kegiatan jam 4 sore nanti, kata dia, pihaknya masih fokus di poros jalan seperti TVRI maupun di Alun-alun Nunukan. Dan, malam harinya, pihaknya menjadwalkan untuk patroli di tempat-tempat usaha, seperti warung makan, cafe dan sebagainya.

"Kita sudah peta-petakan lokasi yang jadi sasaran patroli kita. Seperti di pasar, cafe dan warung makan. Untuk warung makan dan cafe ini, kita periksa tempat-tempat cuci tangannya, apakah dia sudah mengikuti prokes mengharuskan pelanggannya menggunakan masker dan jaga jarak," ujarnya.

Meski sudah ada ratusan pelanggar yang dibina, kata dia, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Pulau Nunukan masih jauh dibandingkan jumlah pelanggar. "Artinya, dalam tiga kali kegiatan ini, masyarakat sudah mulai sadar dan tertib prokes. Karena banyak masyarakat yang terpantau sudah menggunakan masker saat keluar rumah," bebernya.

Yunus juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Nunukan agar sekiranya tetap selalu mengikuti imbauan prokes covid-19 yang telah diterapkan oleh pemerintah.

"Ini kan juga demi kebaikan masyarakat. Mengingat, di Tarakan sudah ada yang pasien konfirmasi yang baru. Makanya kita selalu mengingatkan masyarakat pada saat keluar rumah harus gunakan masker," tutupnya.

Dalam berita sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengatakan kegiatan ini akan berlangsung kurang lebih dalam satu minggu kedepan. 

Untuk lokasi sasarannya, Aris menjelaskan tim akan mendisplinkan di tempat-tempat umum, tempat usaha, dan tempat-tempa keramaian lainnya. "Tentu, dengan kegiatan ini, kita berharap masyarakat bisa displin dalam menerapkan protokol kesehatan," tambahnya.(*)