Usulan Insentif Nakes di Kemenkes Belum Jelas

Usulan Insentif Nakes di Kemenkes Belum Jelas
Aris Suyono

NUNUKAN - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono mengakui masih menunggu informasi mengenai usulan insentif khusus bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, usulan yang dikirim ke Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan di Jakarta, hingga kini belum ada informasi lanjutnya. "Kita sudah mengirim sejak awal Maret lalu. Tapi, belum ada kabar dari pusat. Kita masih menunggu informasi. Ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada informasinya. Kita tunggu saja lah," terangnya.

Aris melanjutkan, usulan insentif khusus ini sesuai ketentuan dalam keputusan Kemenkes RI Nomor HK. 0107/Menkes/278/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan.

"Nah, kita di Dinkes hanya melakukan verifikasi usulan dari fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit maupun puskesmas. Setelah diusulkan ke dinkes, baru dilakukan verifikasi dan di kirim ke PPSDM Kesehatan di Jakarta," bebernya.

Dia menjelaskan, total insentif yang diusulkan melalui BOK tambahan, pada Maret lalu, sebesar Rp1.262.500.000. Dan, bulan April, diusulkan sebesar Rp1.599.500.000.

“Jadi, insentif yang kita usulkan ke Kementerian Kesehatan adalah tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan pasien Covid-19 di Nunukan,” tambahnya.

Selanjutnya, tenaga kesehatan yang sudah diverfikasi dan diusulkan, pada Maret ada sebanyak 237 orang di puskesmas. Tenaga Kesehatan di RSUD Nunukan sebanyak 37 orang dan Dinkes Nunukan ada enam orang.

Kemudian, pada April 2020, tenaga kesehatan pusksemas sebanyak 275 orang, tenaga kesehatan RSUD Nunukan sebanyak 69 orang dan Dinas Kesehatan Nunukan enam orang. Totalnya sebanyak 350 tenaga kesehatan. (*)