Lagi, Delapan PMI Kedapatan Pulang Ilegal di Jalur Perbatasan

Lagi, Delapan PMI Kedapatan Pulang Ilegal di Jalur Perbatasan

NUNUKAN - Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Arhanud (Yonarhanud) 16/SBC, kembali mengamankan delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang secara non prosedural melalui jalur perbatasan tepatnya KM 11 Patok 634 Sempadan, Sei Menggaris, Jumat (18/6/2021) siang. 

Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Letkol Arh Drian Priyambodo, S.E. pengamanan ini merupakan salah satu upaya pengetatan jalur perbatasan. 

"Ini juga upaya mencegah masuknya orang atau barang ilegal serta mencegah masuknya virus covid varian baru," ungkapnya. 

Dalam pengamanan itu, dikatakannya, ada empat prajurit yang bertugas Pos Gabma Seimanggaris yang dipimpin Sertu M. Amin Nur, melakukan patroli. Saat tiba di disebuah gubuk yang berada di patok 634, prajurit menemukan dan mengamankan delapan PMI /TKI dari Malaysia beserta berkarung-karung barang bawaanya.

Delapan PMI itu RN (65), N (32), AM (36), FSA (25), RA (31), ID (37), DS (32), JM (24). "Dan, setiap PMI dari Malaysia yang masuk ke Indonesia harus melalui serangkaian pemeriksaan, baik dokumen maupun pemeriksaan prosedur protokol kesehatan yang berlaku," jelasnya. 

Usai mengamankan, kata dia, prajuritnya melakukan pemeriksaan barang bawaan PMI tersebut. "Jadi, PMI ini langsung kita bawa ke rumah pak Kades Sekaduyan Taka, untuk dilaksanakan swab antigen oleh anggota Kesehatan Satgas Pamtas Yonarhanud," tambahnya. 

Hasil dari rapid antigen itu, kata dia, semuanya dinyatakan non reaktif. "Kemudian kita lakukan pendataan identitas. Selanjutnya kita serahkan ke pihak Imigrasi dan BP2MI untuk ditindaklanjuti pemeriksaan secara lengkap, baik dokumen maupun kesehatan," tambahnya. 

Saat ini, diakuinya, Satgas Pamtas akan terus memperketat jalur-jalur tidak resmi perbatasan, dengan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencegah lalu lintas orang maupun barang secara ilegal.

"Ini semua dilakukan untuk memastikan setiap PMI yang akan kembali tidak terpapar Covid-19 maupun covid 19 varian baru dan melalui prosedur yang benar," pungkas Dansatgas.(*)