INFOTERKINI.ID - Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan taraf hidup anak-anak yatim piatu melalui program Bantuan Sosial (Bansos) Asistensi Rehabilitasi Sosial Yatim Piatu (Atensi YAPI). Penyaluran tahap pertama untuk periode Januari hingga Maret 2026 ini mulai dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah usai momentum Idulfitri 2026, dilansir dari Bansos.
Program ini membawa angin segar bagi para anak yatim piatu serta keluarga wali yang mengasuh mereka. Bantuan yang disalurkan ini diharapkan dapat secara signifikan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan kelancaran proses pendidikan para penerima manfaat.
Pada penyaluran tahap pertama tahun 2026 ini, setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan tunai dengan nominal total Rp600.000. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dana untuk tiga bulan, mencakup alokasi bulan Januari, Februari, dan Maret.
Program Atensi YAPI dirancang dengan tujuan agar jangkauan bantuan sosial menjadi lebih inklusif dan tepat sasaran. Bantuan ini secara spesifik ditujukan bagi anak yatim piatu yang sudah terdaftar dalam sistem data kependudukan sosial nasional.
Penyaluran bantuan difokuskan pada masyarakat yang teridentifikasi berada dalam desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini mengindikasikan bahwa bantuan diprioritaskan bagi keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang paling rendah di Indonesia.
Mekanisme penyaluran bantuan ini dirancang menggunakan dua jalur utama untuk memastikan efektivitas distribusi. Jalur tersebut meliputi kantor pos dan sistem transfer langsung ke rekening bank yang ditunjuk.
Bagi penerima yang telah menerima surat undangan resmi dari Kementerian Sosial, mereka dapat segera mencairkan bantuan di kantor pos terdekat. Proses pencairan ini memerlukan kelengkapan dokumen persyaratan yang telah ditentukan oleh pihak berwenang.
Apabila penerima memiliki rekening bank yang aktif, dana bantuan akan ditransfer secara langsung melalui Bank Himbara. Bank yang termasuk dalam kategori ini meliputi Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI, memudahkan akses bagi nasabah.
Penerima bantuan juga memiliki opsi untuk memantau dan mengecek saldo bantuan yang telah masuk melalui layanan mobile banking dari bank masing-masing. Ini memberikan transparansi lebih dalam proses penerimaan dana.