INFOTERKINI.ID - Bayern Munchen dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi Real Madrid dalam pertandingan penentuan leg kedua perempat final UEFA Champions League musim 2025/2026. Duel krusial ini akan tersaji di Allianz Arena pada Kamis, 16 April 2026, tepat pukul 02.00 WIB.

Pertandingan ini memiliki tensi sangat tinggi karena Real Madrid datang dengan bekal defisit agregat 1-2 dari pertemuan pertama sebelumnya. Hasil tersebut menempatkan Bayern Munchen dalam posisi sedikit lebih diunggulkan menjelang laga penentuan di Jerman.

Menjelang lawatan ke Jerman, kondisi internal Real Madrid justru menjadi sorotan utama publik dan media. Terdapat kritik tajam mengenai fokus taktik tim yang dinilai terlalu terpusat pada satu pemain kunci.

Dilansir dari Vidio, fokus berlebihan terhadap pergerakan Kylian Mbappe dinilai telah menimbulkan frustrasi di internal skuad Los Blancos. Kritik ini menyebutkan bahwa fokus tunggal tersebut berpotensi menghambat upaya tim meraih prestasi maksimal musim ini.

Suasana jelang pertandingan semakin memanas setelah pihak tuan rumah mulai melancarkan tekanan psikologis melalui pernyataan-pernyataan keras. Legenda klub asal Jerman tersebut dilaporkan turut melontarkan kritik pedas mengenai kondisi skuad Real Madrid saat ini.

"European Clasico" jilid kedua siap kembali tersaji saat Bayern Munchen menjamu raksasa Spanyol, Real Madrid, dalam leg kedua perempat final UCL 2025/2026. Duel penentuan ini akan tayang pada Kamis, 16 April 2026 pukul 02.00 WIB, yang dapat disaksikan melalui live streaming eksklusif hanya di Vidio.

Pihak Bayern Munchen dilaporkan telah memberikan peringatan keras bahwa Allianz Arena tidak akan menjadi tempat yang ramah bagi tim tamu. Mereka mengklaim bahwa raksasa Spanyol tersebut telah kehilangan salah satu elemen fundamental yang selama ini menjadi identitas klub.

"neraka" ujar Pihak Bayern Munchen, Klub, merujuk pada atmosfer yang akan diciptakan oleh suporter tuan rumah di stadion mereka.

Narasi persaingan ini semakin tajam dengan adanya pandangan bahwa Real Madrid kini dicap sudah tidak memiliki figur sentral yang dominan. Hal ini memicu perdebatan luas di tengah persiapan taktis yang dilakukan oleh kedua kubu.