Dinamika pasar komoditas global kembali bergeliat seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Harga emas di pasar spot dunia terpantau memasuki fase konsolidasi setelah sebelumnya menunjukkan performa yang sangat impresif. Pergerakan aset pelindung nilai ini menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar yang tengah mengantisipasi risiko lebih lanjut.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (3/3), logam mulia ini sempat mengalami koreksi tipis sekitar 0,3 persen. Namun, pelemahan tersebut tidak bertahan lama karena harga segera melonjak kembali hingga mencapai satu persen. Hingga pukul 04.59 WIB, nilai emas bertengger kokoh pada level US$5.322,12 per troy ounce.

Lonjakan harga ini didorong oleh tingginya minat investor terhadap aset aman di tengah eskalasi militer yang melibatkan Iran. Konflik yang melibatkan aliansi Amerika Serikat dan Israel ini memicu kekhawatiran akan stabilitas ekonomi global. Permintaan terhadap emas meningkat drastis seiring dengan pencarian tempat berlindung yang lebih kokoh bagi modal investasi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan komitmennya untuk terus melancarkan operasi militer di wilayah konflik tersebut. Pernyataan tegas ini bertujuan untuk memastikan target strategis yang telah ditetapkan sebelumnya dapat tercapai sepenuhnya. Sikap agresif ini semakin memanaskan tensi diplomatik dan militer yang sudah membara di kancah internasional.

Sepanjang tahun berjalan, harga komoditas berkilau ini tercatat telah tumbuh signifikan sebesar 23 persen. Pertumbuhan ini terjadi di tengah badai gejolak geopolitik dunia yang belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Para analis melihat tren penguatan ini sebagai respons alami pasar terhadap ketidakpastian ekonomi yang terus membayangi.

Meskipun mengalami kenaikan tajam, posisi harga saat ini sebenarnya masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor tersebut tercatat sebesar US$5.595 per troy ounce yang sempat tercipta pada akhir Januari 2026 silam. Pasar masih menantikan apakah momentum kenaikan kali ini mampu melampaui capaian historis tersebut atau justru tertahan.

Kondisi pasar saat ini mencerminkan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi dari para pelaku pasar global. Ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi nilai mata uang dunia menjadi faktor krusial yang terus dipantau dengan saksama. Masa depan pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada perkembangan situasi di Timur Tengah dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber: Portal7

https://portal7.co.id/post/tensi-iran-as-membara-investor-buru-emas-sebagai-aset-aman-di-tengah-inflasi