Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka pendaftaran program Mudik Gratis untuk menyambut perayaan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah. Inisiatif tahunan ini menjadi solusi transportasi bagi warga ibu kota yang ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman tanpa biaya. Program tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga dirancang untuk menekan kepadatan lalu lintas akibat penggunaan kendaraan pribadi.

Proses pendaftaran rencananya akan dibuka mulai tanggal 22 Februari 2026 melalui platform daring resmi milik pemerintah daerah. Calon pemudik diwajibkan mengikuti jadwal yang telah ditentukan guna memastikan ketersediaan kuota pada setiap rute perjalanan. Pihak penyelenggara membagi waktu pendaftaran ke dalam tiga kluster utama berdasarkan wilayah tujuan untuk menjaga ketertiban administrasi.

Persyaratan administrasi yang harus disiapkan mencakup Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta, Kartu Keluarga, serta STNK bagi mereka yang membawa motor. Setiap satu kali pendaftaran hanya diperbolehkan untuk maksimal tiga anggota keluarga yang tercantum dalam satu Kartu Keluarga. Validasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi poin krusial agar proses verifikasi data peserta berjalan lancar dan akurat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengimbau seluruh calon peserta untuk disiplin mengikuti setiap tahapan verifikasi dokumen. Ketegasan ini dilakukan agar proses administrasi tidak terkendala oleh masalah teknis yang sering kali merugikan pendaftar. Beliau menekankan bahwa ketelitian dalam mengunggah data akan menentukan keberhasilan warga mendapatkan tiket perjalanan gratis tersebut.

Pembagian kluster pendaftaran dimulai dari gelombang pertama pada 22 hingga 24 Februari 2026 untuk rute-rute tertentu. Gelombang kedua menyusul pada 25 sampai 27 Februari, sementara kluster terakhir dijadwalkan pada 28 Februari hingga 2 Maret 2026. Strategi pembagian waktu ini diharapkan mampu memberikan kesempatan yang lebih adil bagi warga dalam memilih kota tujuan favorit mereka.

Setidaknya terdapat 20 lokasi tujuan yang tersebar di wilayah Jawa dan Sumatra, mulai dari Solo, Yogyakarta, hingga Palembang. Kota-kota lain seperti Madiun, Sragen, Tasikmalaya, Bandar Lampung, dan Malang juga masuk dalam daftar layanan armada bus gratis. Keberagaman rute ini mencakup kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Semarang, Sidoarjo, serta Purwokerto untuk mengakomodasi kebutuhan warga.

Seluruh armada bus yang disiapkan telah melalui proses pengecekan kelaikan jalan demi menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan. Program Mudik Gratis 2026 ini diharapkan menjadi momentum bagi warga untuk pulang kampung dengan cara yang lebih tertib dan terorganisir. Dengan sistem pendaftaran yang semakin baik, pemerintah optimis arus mudik tahun ini akan berjalan lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya.