Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir telah memicu bencana banjir di sejumlah titik strategis. Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (22/2) mengakibatkan genangan air tinggi di kawasan padat penduduk. Kondisi ini memaksa warga untuk ekstra waspada terhadap potensi bencana susulan yang mungkin terjadi.
Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, tercatat sedikitnya 26 titik banjir yang teridentifikasi di lapangan. Wilayah terdampak mencakup area luas di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dalam kurun waktu 12 jam terakhir. Pemantauan intensif dilakukan mulai Selasa (24/2/2026) pukul 18.00 hingga 06.00 Wita seiring meningkatnya debit air.
Intensitas curah hujan yang sangat tinggi menjadi pemicu utama meluapnya air ke pemukiman warga serta jalan raya utama. Selain hujan, hembusan angin kencang juga memperburuk situasi di lapangan selama beberapa hari terakhir. Fenomena alam ini menyebabkan sistem drainase di beberapa lokasi tidak mampu menampung volume air yang datang secara tiba-tiba.
Pihak BPBD Bali melaporkan bahwa ketinggian air di berbagai lokasi terdampak sangat bervariasi di lapangan. Laporan menunjukkan ketinggian genangan mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai puncaknya pada level 80 sentimeter. Petugas terus bersiaga untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat di titik-titik yang dianggap paling krusial bagi warga.
Dampak yang paling dirasakan masyarakat adalah kemacetan parah yang terjadi di sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai, Denpasar. Jalur protokol tersebut terendam air cukup tinggi sehingga menghambat mobilitas kendaraan yang melintas pada Selasa pagi. Banyak pengendara terpaksa menghadapi hambatan besar akibat genangan yang menutupi badan jalan utama tersebut.
Akses jalan utama dilaporkan masih sangat sulit dilalui, terutama bagi kendaraan roda dua maupun roda empat sejak pagi hari. Genangan yang cukup dalam membuat banyak mesin kendaraan berisiko mogok saat mencoba menerobos titik banjir. Petugas terkait mulai dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas dan membantu warga yang terjebak di sekitar lokasi terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan memantau perkembangan informasi cuaca dari instansi resmi terkait. Kondisi siaga banjir ini diperkirakan masih akan berlanjut jika intensitas hujan di wilayah Bali belum kunjung menurun. Kewaspadaan kolektif sangat diperlukan guna meminimalisir risiko kerugian material maupun gangguan aktivitas publik akibat cuaca buruk.