INFOTERKINI.ID - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi telah menetapkan jadwal terperinci untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 2026 Masehi. Ketetapan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 7 Tahun 2025, sebagai panduan utama bagi seluruh tahapan perjalanan jemaah.
Rencana perjalanan haji ini disusun dengan cermat berdasarkan acuan kalender Ummul Quro yang berlaku di Arab Saudi. Linimasa ini mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses masuk asrama haji di Indonesia hingga kepulangan jemaah kembali ke Tanah Air.
Tahapan awal rangkaian ibadah haji akan dimulai dengan proses kedatangan jemaah haji di asrama haji sebelum mereka diberangkatkan ke Tanah Suci. Pemberangkatan jemaah dari Indonesia sendiri dijadwalkan berlangsung secara bertahap, dibagi menjadi dua gelombang keberangkatan.
Inti dari seluruh rangkaian ibadah haji adalah pelaksanaan ritual wajib yang berpusat di tiga lokasi utama, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tahapan puncak ini menjadi momen krusial bagi seluruh jemaah yang telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari.
Setelah seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai dilaksanakan, proses pemulangan jemaah akan segera dimulai. Kepulangan jemaah ke Indonesia juga akan dilakukan secara bertahap dan dibagi menjadi dua gelombang pemulangan.
Masa operasional resmi untuk seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 ini diperkirakan akan berlangsung selama total 30 hari. Durasi operasional ini kemudian dibagi rata menjadi dua periode utama, masing-masing berlangsung selama 15 hari.
Sementara itu, perkiraan lama tinggal bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi secara keseluruhan berkisar antara 38 hingga 40 hari. Estimasi waktu ini mencakup durasi sejak kedatangan di Madinah atau Jeddah hingga keberhasilan menyelesaikan puncak haji dan persiapan pulang.
Informasi mengenai jadwal lengkap ini didapatkan dilansir dari Cahaya, yang memuat data dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terkait.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa persiapan operasional untuk haji 1447 H ini sudah berjalan sesuai rencana. "Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," ujar Mochamad Irfan Yusuf.