INFOTERKINI.ID - PSV Eindhoven sukses meraih poin penuh dalam laga kandang yang penuh drama melawan FC Utrecht pada 4 April 2026, dengan skor akhir 4-3. Kemenangan krusial ini secara signifikan mendekatkan klub raksasa Belanda tersebut pada perolehan gelar juara Eredivisie musim ini.
Ismael Saibari tampil sebagai pahlawan utama bagi PSV, menyumbang gol penting dan assist yang mengubah jalannya pertandingan di Philips Stadion. Kemenangan ini membuat PSV harus menanti hasil akhir dari laga rival mereka, Feyenoord melawan FC Volendam, untuk memastikan gelar juara secara resmi, seperti dilansir dari voetbalprimeur.nl.
Pertandingan dimulai dengan kejutan pahit bagi tuan rumah ketika FC Utrecht berhasil memimpin dua gol cepat. Artem Stepanov membuka skor pada menit ketiga, diikuti oleh gol Gjivai Zechiël pada menit ke-13, membuat atmosfer stadion sempat meredup.
Kebangkitan PSV dimulai melalui aksi individu Saibari yang berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-21. Semangat juang tim tuan rumah mulai terlihat bangkit menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Saibari melanjutkan performa gemilangnya dengan mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2. Ia kemudian memberikan umpan matang yang berbuah gol ketiga bagi PSV yang dicetak oleh Guus Til, membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Namun, kebahagiaan PSV terganggu oleh cedera serius yang menimpa kapten tim, Jerdy Schouten, yang harus ditandu keluar lapangan akibat masalah pada lututnya. Tak lama kemudian, Jesper Karlsson berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 bagi FC Utrecht.
Determinasi PSV kembali teruji di masa injury time, ketika pemain pengganti Couhaib Driouech berhasil mencetak gol penentu kemenangan 4-3. Tiga poin ini memastikan PSV berada di posisi yang sangat kuat untuk mengangkat trofi liga.
Bagi FC Utrecht, lawatan ke Eindhoven selalu menjadi momok, sebab mereka belum pernah menang melawan PSV dalam laga kompetitif di kandang tersebut sejak 25 Oktober 1980. Kemenangan terakhir mereka terjadi pada tahun tersebut dengan skor tipis 3-2.
Pelatih FC Utrecht, Ron Jans, mengakui panjangnya rekor tanpa kemenangan tersebut, namun menegaskan bahwa sejarah tidak memengaruhi persiapan timnya saat itu. "PSV memang akan menjadi juara, tapi mereka kebobolan banyak gol di pertandingan-pertandingan terakhir. Kami melihat ada peluang," ujar Jans, seperti dikutip dari rtvutrecht.nl.