Manajemen Manchester United kini tengah dipusingkan oleh beban finansial yang membengkak usai mendepak Ruben Amorim dari kursi kepelatihan. Langkah berani ini diambil setelah hubungan antara sang manajer dengan petinggi klub mencapai titik nadir pada awal tahun 2026. Kini, Setan Merah harus menanggung risiko ekonomi yang cukup signifikan demi merombak struktur tim utama mereka.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, klub raksasa Liga Inggris tersebut diwajibkan membayar biaya kompensasi yang sangat fantastis. Nilai ganti rugi atas pemutusan kontrak juru taktik asal Portugal itu diperkirakan mencapai hampir 16 juta pound sterling. Jika dikonversikan ke dalam mata uang lokal, angka kerugian tersebut menembus kisaran Rp 362,5 miliar.

Ruben Amorim secara resmi ditanggalkan dari jabatannya sebagai manajer pada tanggal 5 Januari 2026 silam. Keputusan pahit ini merupakan buntut dari performa tim yang terus merosot dan tidak memenuhi ekspektasi manajemen. Selain masalah teknis di lapangan, ketegangan di balik layar juga menjadi pemicu utama berakhirnya kerja sama tersebut.

Sebelum surat pemecatan dilayangkan, Amorim sempat melontarkan pernyataan kontroversial yang memicu kemarahan jajaran eksekutif. Sang pelatih secara terbuka mengkritik kebijakan transfer dan operasional klub yang dianggap tidak sejalan dengan visinya. Sikap frontal tersebut membuat suasana di ruang ganti dan kantor pusat Old Trafford menjadi tidak kondusif.

Pihak manajemen menganggap tindakan Amorim sebagai pelanggaran disiplin serius yang mencederai keharmonisan internal tim. Di tengah persaingan kompetisi yang semakin ketat, stabilitas klub menjadi prioritas utama yang harus diselamatkan. Oleh karena itu, opsi pemutusan hubungan kerja dianggap sebagai jalan keluar terakhir meski harus menguras kas klub.

Besarnya angka kompensasi ini diprediksi akan memengaruhi neraca keuangan Manchester United dalam jendela transfer mendatang. Klub harus lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran agar tetap mematuhi regulasi keberlanjutan finansial yang berlaku. Sementara itu, pencarian sosok pengganti yang tepat mulai dilakukan untuk mengisi kekosongan di kursi pelatih.

Drama pemecatan ini menjadi pelajaran berharga bagi Setan Merah dalam menjalin kemitraan dengan pelatih kelas dunia. Kehilangan dana ratusan miliar rupiah tentu bukan hal yang mudah untuk ditutupi dalam waktu singkat. Kini, publik menanti bagaimana langkah strategis manajemen untuk memulihkan kejayaan klub di sisa musim kompetisi 2026.

Sumber: Portal7

https://portal7.co.id/post/drama-pemecatan-ruben-amorim-manchester-united-terancam-tekor-rp-362-miliar