INFOTERKINI.ID - Kota Yogyakarta kembali bersiap menjadi saksi bisu sejarah baru dalam dunia bola voli tanah air. Kompetisi kasta tertinggi, Proliga 2026, kini telah memasuki babak grand final yang akan dipusatkan di GOR Amongrogo mulai Selasa, 21 April 2026.

Ada yang berbeda pada penyelenggaraan partai puncak tahun ini dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya. Pihak penyelenggara secara resmi memutuskan untuk merombak sistem pertandingan final dari laga tunggal menjadi format dua kemenangan atau yang dikenal dengan istilah two winning set.

Persaingan sengit tidak hanya terjadi pada perebutan gelar juara, tetapi juga pada perebutan peringkat ketiga yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis, 23 April 2026. Dilansir dari Detikcom, pada sektor putra, Surabaya Samator akan berhadapan dengan Jakarta Garuda Jaya dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat.

Sementara itu, kategori putri akan menyajikan duel menarik antara Jakarta Popsivo Polwan menghadapi Jakarta Electric PLN. Kedua tim dipastikan bakal tampil habis-habisan demi mengamankan posisi di podium juara pada musim kompetisi tahun ini.

Puncak kemeriahan akan tersaji dalam duel raksasa antara Jakarta LavAni Livin' Transmedia melawan Jakarta Bhayangkara Presisi di kategori putra. Di sisi lain, sektor putri akan mempertemukan Jakarta Pertamina Enduro dengan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dalam perburuan trofi paling bergengsi.

"Hampir empat bulan kita mulai dari Januari, sekarang titik akhirnya. Dan seperti biasa, Yogyakarta menjadi kota penentu siapa juara Proliga 2026," kata Reginald Nelwan selaku Wakil Direktur Proliga.

Reginald memaparkan bahwa penggunaan sistem baru ini memungkinkan adanya laga tambahan apabila hasil pertandingan menunjukkan kedudukan seimbang antara kedua tim. Keputusan ini sengaja diambil oleh pihak manajemen untuk meningkatkan tensi kompetisi di babak akhir.

"Kalau seri 1-1, kita siapkan satu hari lagi untuk pertandingan penentuan," ujar Reginald Nelwan saat memberikan penjelasan mengenai mekanisme jika terjadi kedudukan imbang.

Pengaturan jadwal sisa pertandingan nantinya akan bersifat dinamis dan sangat bergantung pada hasil yang diraih oleh masing-masing tim di lapangan. Jika sebuah tim mampu menyapu bersih kemenangan dengan skor 2-0, maka laga di hari berikutnya dapat ditiadakan atau disesuaikan kembali.