Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengawali lembaran tahun 2026 dengan pencapaian ekonomi yang sangat impresif di sektor perdagangan luar negeri. Kinerja ekspor wilayah ini menunjukkan tren positif yang melampaui ekspektasi berbagai kalangan pengamat ekonomi nasional. Pertumbuhan yang terjadi bahkan mencapai angka ribuan persen, menandakan adanya transformasi struktural yang signifikan dalam arus perdagangan.

Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, total nilai ekspor pada Januari 2026 berhasil menyentuh angka US$ 76,6 juta. Jika dibandingkan dengan catatan pada periode yang sama tahun sebelumnya, terlihat adanya lonjakan yang sangat masif. Pertumbuhan tahunan tersebut tercatat mencapai angka fantastis yakni sebesar 1.868,45 persen dibandingkan Januari 2025.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, menyampaikan data krusial ini dalam sebuah rilis resmi yang berlangsung pada Senin (2/3/2026). Beliau memaparkan detail perkembangan perdagangan internasional tersebut langsung dari kantornya kepada awak media yang hadir. Informasi ini memberikan gambaran optimis mengenai daya saing produk lokal di kancah global yang semakin menguat.

Faktor utama yang mendorong kenaikan tajam ini adalah optimalisasi pengiriman komoditas non-tambang ke berbagai negara tujuan secara berkelanjutan. Produk tembaga yang telah melalui proses pengolahan di industri smelter kini menjadi tulang punggung baru bagi perekonomian daerah. Keberhasilan program hilirisasi industri di wilayah tersebut mulai membuahkan hasil nyata yang sangat signifikan bagi pendapatan daerah.

Selain produk olahan smelter, sektor pertambangan konvensional dalam bentuk konsentrat tetap memainkan peran yang tidak kalah penting. Komoditas ini masih memberikan kontribusi yang stabil terhadap akumulasi total nilai perdagangan luar negeri NTB di awal tahun. Sinergi antara produk olahan dan bahan mentah menciptakan fondasi ekspor yang lebih kokoh dari tahun-tahun sebelumnya.

Pergeseran struktur ekspor ini mencerminkan keberhasilan daerah dalam meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulannya di pasar dunia. Hal ini diharapkan mampu memberikan dampak berantai terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bumi Gora secara luas dan merata. Ketergantungan pada bahan mentah secara perlahan mulai berkurang seiring dengan berkembangnya fasilitas pengolahan di dalam negeri.

Momentum kebangkitan ekonomi ini diharapkan dapat terus terjaga sepanjang tahun 2026 untuk memperkuat posisi tawar NTB di pasar internasional. Pemerintah daerah dan pelaku industri perlu terus bersinergi dalam menjaga stabilitas produksi serta memperluas akses pasar ke negara-negara baru. Dengan capaian ini, NTB berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang vital di kawasan timur Indonesia.

Sumber: Portal7

https://portal7.co.id/post/rekor-baru-ekspor-ntb-melejit-1-868-persen-berkat-hilirisasi-tembaga