Suasana menjelang Idulfitri mulai terasa di sudut-sudut Kota Surabaya meskipun hari raya tersebut masih terpaut beberapa pekan lagi. Sejumlah penyedia jasa penukaran uang baru kini mulai memadati kawasan strategis seperti sepanjang Jalan Bubutan hingga Jalan Pahlawan. Kehadiran para pedagang uang ini menjadi fenomena rutin tahunan bagi warga Kota Pahlawan yang ingin mempersiapkan kebutuhan Lebaran lebih awal.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, arus transaksi penukaran uang saat ini terpantau masih cukup lengang dari peminat. Kebanyakan warga yang melintas hanya berhenti sejenak untuk menanyakan ketersediaan stok uang kertas maupun nominal tertentu. Mereka umumnya sekadar mencari informasi mengenai besaran tarif jasa yang ditawarkan oleh para penyedia di pinggir jalan tersebut.
Kondisi pasar yang masih sepi ini diduga kuat karena faktor finansial masyarakat yang belum sepenuhnya cair di awal bulan. Sebagian besar pekerja di wilayah Surabaya dan sekitarnya dikabarkan belum menerima gaji bulanan mereka secara utuh. Selain itu, Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya menjadi motor utama belanja Lebaran juga belum didistribusikan oleh perusahaan.
Saiful, salah satu penyedia jasa di kawasan tersebut, mengaku sudah mulai membuka lapaknya sejak hari pertama bulan puasa dimulai. Ia menyediakan berbagai pilihan denominasi uang kertas baru untuk melayani kebutuhan masyarakat yang ingin berbagi angpao saat hari raya. "Belum ramai, orang masih tanya-tanya saja, kadang ada satu dua orang yang mulai tukar," ungkap Saiful saat ditemui pada Senin (2/3/2026).
Meskipun transaksi harian masih minim, ketersediaan pecahan uang di lapak-lapak tersebut tergolong sangat lengkap dan beragam. Saiful menawarkan koleksi uang kertas mulai dari denominasi terkecil Rp 1.000 hingga pecahan Rp 20.000 untuk para pelanggannya. Keberagaman pilihan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam menyesuaikan kebutuhan uang saku Lebaran sesuai anggaran masing-masing.
Para penyedia jasa ini tetap optimis bahwa jumlah peminat akan melonjak tajam dalam waktu dekat seiring mendekatnya hari raya. Biasanya, lonjakan transaksi baru akan terjadi secara signifikan saat memasuki fase pertengahan hingga akhir bulan Ramadan. Untuk saat ini, para pedagang lebih banyak melakukan persiapan stok dan menjaga konsistensi keberadaan mereka di lokasi strategis tersebut.
Tradisi menukar uang baru memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya merayakan Lebaran di Indonesia. Kehadiran para penyedia jasa di sepanjang jalan utama Surabaya ini memberikan alternatif praktis bagi warga yang tidak sempat mengantre di bank. Diharapkan perputaran ekonomi dari sektor jasa musiman ini dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku usaha kecil di daerah.
Sumber: Portal7