Perseteruan sengit yang melibatkan warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah di Kecamatan Panceng, Gresik, kini mulai mereda. Pertikaian yang bermula dari aksi tawuran saat patrol sahur tersebut sempat memicu ketegangan hebat di wilayah tersebut. Melalui upaya mediasi yang intensif, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk mengubur dendam lama demi ketenteraman bersama.
Agenda perdamaian ini dilangsungkan di Balai Desa Banyutengah pada hari Minggu, 1 Maret 2026, dengan pengamanan ketat. Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama jajaran pejabat utama kepolisian setempat. Kehadiran unsur pimpinan daerah ini bertujuan untuk memastikan komitmen damai berjalan secara konkret dan transparan.
Konflik yang terjadi sebelumnya bukan sekadar adu mulut, melainkan berujung pada aksi anarkis berupa pembakaran rumah tinggal. Insiden yang dipicu gesekan pemuda saat patrol sahur ini sempat membuat suasana di Kecamatan Panceng mencekam. Oleh karena itu, mediasi menjadi langkah krusial untuk mencegah eskalasi kekerasan yang lebih luas di masyarakat.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku utama kerusuhan. "Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ungkap beliau. Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba mengganggu ketertiban umum.
Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga fokus pada upaya pemulihan rasa aman di tengah warga yang terdampak. Langkah hukum yang diambil diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus menegakkan keadilan bagi korban yang rumahnya terbakar. Partisipasi tokoh masyarakat dan Babinsa sangat diperlukan guna meredam emosi massa yang sempat memuncak.
Saat ini, situasi di perbatasan kedua desa tersebut terpantau mulai kondusif di bawah pengawasan aparat gabungan. AKBP Ramadhan Nasution juga menyoroti bahaya provokasi yang kerap muncul melalui platform media sosial pasca-kejadian. Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi agar tidak terjebak dalam pusaran hoaks yang memicu perpecahan.
Kesepakatan damai ini diharapkan menjadi titik balik bagi hubungan harmonis warga Desa Campurejo dan Desa Banyutengah. Camat Panceng Muhammad Sampurno bersama tokoh pemuda berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi lintas desa secara berkelanjutan. Sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Gresik.
Sumber: Portal7