Bank Indonesia (BI) secara resmi mengakhiri spekulasi mengenai penambahan jadwal penukaran uang baru menjelang Lebaran 2026. Keputusan ini diambil setelah program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) menuntaskan dua fase pendaftaran utamanya. Masyarakat kini diminta mencari jalur alternatif lain demi memenuhi kebutuhan uang tunai untuk hari raya.

Antusiasme publik yang luar biasa terlihat dari gelombang komentar di media sosial resmi milik bank sentral tersebut. Banyak warga mengeluhkan sulitnya menembus sistem antrean daring karena kuota yang langsung ludes dalam waktu singkat. Fenomena ini sempat memicu munculnya isu di tengah masyarakat terkait adanya kemungkinan pembukaan periode pendaftaran ketiga.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Bank Indonesia segera memberikan klarifikasi resmi melalui kanal digital mereka pada Senin (2/3/2026). Pihak otoritas moneter menyatakan bahwa rancangan program SERAMBI 2026 memang hanya terbatas pada dua tahapan saja. Kebijakan ini bersifat final dan tidak akan ada perpanjangan masa penukaran melalui aplikasi PINTAR BI.

Melalui akun Instagram @bank_indonesia, perwakilan BI memberikan jawaban tegas kepada para pengguna yang masih bertanya-tanya. "Periode 3 tidak tersedia, ya. Sebagai alternatif kamu bisa berkoordinasi dengan perbankan umum terdekat," tulis pernyataan resmi tersebut sebagaimana dikutip pada hari Senin. Penjelasan ini sekaligus memutus harapan warga yang menantikan kuota tambahan di platform resmi.

Dengan ditiadakannya periode ketiga, masyarakat yang belum mendapatkan giliran harus segera beralih ke kantor cabang perbankan. BI menyarankan agar warga langsung mendatangi bank konvensional maupun bank syariah yang tersebar di wilayah tempat tinggal mereka. Langkah ini diharapkan dapat memecah penumpukan massa yang hanya mengandalkan layanan terpadu dari bank sentral.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan uang pecahan kecil masih sangat tinggi seiring mendekatnya Idul Fitri. Meskipun pendaftaran melalui jalur BI telah ditutup, perbankan umum tetap diinstruksikan untuk melayani kebutuhan nasabah sesuai ketersediaan stok masing-masing. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap praktik penukaran uang ilegal yang berisiko terhadap peredaran uang palsu.

Kepastian dari Bank Indonesia ini memberikan kejelasan bagi publik agar tidak lagi menunggu jadwal yang tidak akan datang. Fokus utama saat ini adalah mengarahkan aliran penukaran uang ke sektor perbankan komersial secara lebih merata di seluruh daerah. Masyarakat diharapkan dapat melakukan transaksi penukaran lebih awal guna menghindari antrean panjang di hari-hari terakhir Ramadan.

Sumber: Portal7

https://portal7.co.id/post/kuota-penukaran-uang-baru-2026-habis-bi-beri-jawaban-tegas-soal-periode-3