INFOTERKINI.ID - Kondisi ekonomi pelaku usaha mikro di wilayah Kabupaten Bogor kini tengah menghadapi tantangan baru. Kenaikan harga komoditas pokok mulai dirasakan dampaknya secara langsung oleh para pedagang kecil yang bergantung pada bahan baku harian.
Salah satu wilayah yang terdampak signifikan adalah Kelurahan Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Di lokasi tersebut, sejumlah pedagang gorengan mulai mengeluhkan fluktuasi harga bahan baku utama yang tidak stabil.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari bogorplus.id, kenaikan harga minyak goreng menjadi pemicu utama menurunnya pendapatan harian para pedagang. Hal ini memaksa para pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi agar bisnis tetap bertahan.
Rahmat, seorang pria berusia 50 tahun yang kesehariannya berjualan gorengan, menjadi salah satu warga yang merasakan dampak tersebut. Ia mengaku situasi pasar saat ini sangat memberatkan biaya operasional usahanya.
"Omzet penjualan saya terus mengalami penurunan semenjak harga minyak goreng di pasaran mulai merangkak naik," ujar Rahmat.
Kenaikan harga ini terpantau terjadi pada berbagai jenis minyak goreng yang tersedia di pasar. Kondisi tersebut membuat para pedagang kesulitan menjaga margin keuntungan tanpa menaikkan harga jual ke konsumen.
"Kenaikan harga minyak untuk berbagai jenis ini sudah mulai kami rasakan dampaknya sejak sekitar sepekan terakhir," kata Rahmat.
Para pedagang di kawasan Cibinong berharap adanya intervensi dari pihak terkait untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Tanpa adanya kestabilan harga, keberlangsungan usaha kecil menengah di wilayah tersebut akan terus terancam.
Hingga saat ini, para pelaku usaha kecil masih terus memantau perkembangan harga minyak di pasar tradisional. Mereka berharap kondisi ini segera membaik agar daya beli masyarakat kembali normal dan pendapatan mereka pulih.