Suasana Ramadan di pusat Kabupaten Ciamis kini terasa semakin meriah dengan kehadiran sosok ikonik yang telah lama dinanti warga setempat. Boneka Haji Geyot secara resmi kembali menghiasi kawasan Alun-alun Ciamis untuk menyemarakkan bulan suci tahun ini. Kehadirannya tidak hanya sekadar pajangan, melainkan menjadi magnet bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu berbuka puasa.
Ikon legendaris ini mulai menyapa pengunjung setiap sore hari menjelang waktu magrib tiba dengan gerakan khasnya yang menghibur. Pada Ramadan 1447 Hijriah ini, penempatan boneka tersebut bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat keceriaan di tengah masyarakat. Warga dari berbagai kalangan terlihat antusias berkumpul di sekitar area Alun-alun untuk melihat langsung atraksi tersebut.
Haji Geyot telah lama dikenal sebagai simbol nostalgia yang mendalam bagi masyarakat Tatar Galuh selama bulan puasa. Boneka mekanik berpakaian muslim ini memiliki sejarah panjang sebagai salah satu penanda datangnya bulan penuh berkah di wilayah tersebut. Keberadaannya selalu dirindukan karena dianggap mampu menghadirkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan bagi siapa saja yang melihatnya.
Beberapa pengunjung menyatakan bahwa kehadiran boneka ini memberikan warna tersendiri bagi tradisi ngabuburit di pusat kota. Mereka menganggap Haji Geyot adalah bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya lokal Ciamis saat memasuki bulan Ramadan. Keunikan gerakannya sering kali menjadi bahan perbincangan dan hiburan gratis bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Selain memberikan hiburan, kehadiran ikon ini juga berdampak positif pada geliat ekonomi di sekitar kawasan Alun-alun Ciamis. Banyak pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang merasakan peningkatan jumlah pembeli seiring dengan ramainya warga yang berkunjung. Keramaian ini menciptakan ekosistem ekonomi mikro yang cukup signifikan selama berlangsungnya bulan suci Ramadan.
Pemerintah daerah dan pihak pengelola terus berupaya menjaga agar fasilitas di ruang publik ini tetap nyaman bagi para pengunjung. Pengaturan arus lalu lintas dan kebersihan area sekitar menjadi prioritas utama untuk mendukung kenyamanan masyarakat saat menyaksikan Haji Geyot. Keamanan juga ditingkatkan guna memastikan kegiatan ngabuburit warga berjalan dengan tertib dan lancar tanpa kendala berarti.
Dengan kembalinya Haji Geyot, Alun-alun Ciamis tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu sore hari. Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal yang membawa kebahagiaan bagi banyak orang. Momen ini sekaligus menjadi bukti bahwa hal-hal sederhana namun bermakna selalu memiliki tempat di hati masyarakat.