Umat Muslim di Kota Medan kini mulai mempersiapkan diri menghadapi rutinitas ibadah di bulan suci Ramadhan 2026. Sebagai pusat ekonomi dengan mobilitas tinggi, ketepatan waktu ibadah menjadi kunci utama bagi masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas. Jadwal imsakiyah hadir sebagai panduan krusial untuk mengatur ritme harian mulai dari sahur hingga berbuka puasa secara terencana.

Berdasarkan data astronomis untuk Senin, 23 Februari 2026, waktu imsak di Kota Medan jatuh pada pukul 05.12 WIB. Hanya berselang sepuluh menit kemudian, azan Subuh akan berkumandang tepat pada pukul 05.22 WIB sebagai tanda dimulainya ibadah puasa hari tersebut. Sementara itu, waktu Magrib yang dinantikan untuk berbuka puasa dijadwalkan pada pukul 18.43 WIB setelah melewati waktu Asar pukul 15.59 WIB.

Perbedaan jadwal imsakiyah antarwilayah di Indonesia sangat dipengaruhi oleh posisi matahari dan letak geografis masing-masing daerah. Oleh karena itu, warga Medan sangat disarankan untuk selalu merujuk pada jadwal resmi yang dikeluarkan otoritas terkait sesuai lokasi tempat tinggal. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan ibadah tetap sinkron dengan ketentuan syariat dan kondisi alam yang berlaku di wilayah Sumatera Utara.

Dalam tradisi Islam, mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati fajar merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Hadis riwayat Ahmad menyebutkan bahwa umat akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan menunda waktu sahur. Praktik ini bukan sekadar urusan mengisi energi tubuh, melainkan upaya meraih keberkahan besar yang tersedia di penghujung malam.

Abu Bakar Al Kalabazi dalam kitab Bahrul Fawaid menjelaskan bahwa sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa bagi setiap mukmin. Pada saat tersebut, pintu langit terbuka lebar bagi umat yang ingin memanjatkan doa-doa mustajab serta memohon ampunan. Dengan mengakhirkan sahur, umat Muslim secara tidak langsung memanfaatkan waktu emas tersebut untuk berzikir dan meningkatkan kualitas ibadah malam.

Sejarah mencatat bahwa para sahabat seperti Hudzaifah dan Zaid bin Tsabit sering kali melaksanakan sahur bersama Rasulullah SAW menjelang masuknya waktu fajar. Jeda waktu antara selesai makan sahur dengan pelaksanaan salat Subuh digambarkan sangat singkat namun memberikan dampak spiritual yang mendalam. Tradisi mulia inilah yang terus dijaga oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk bagi masyarakat yang menetap di Kota Medan.

Memahami jadwal imsakiyah secara akurat membantu masyarakat Medan dalam merencanakan aktivitas harian dengan lebih seimbang dan produktif. Selain menjaga stamina fisik selama bekerja atau belajar, ketepatan waktu juga memastikan kualitas ibadah tetap terjaga dengan maksimal sesuai tuntunan. Mari jadikan momentum sahur di akhir waktu sebagai sarana untuk memperkuat ketaatan sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.