INFOTERKINI.ID - Kondisi lalu lintas di wilayah Bogor Selatan mengalami disrupsi signifikan menyusul dampak bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu. Penutupan total Jalan Saleh Danasasmita di Batutulis akibat longsor pada awal Januari 2026 memaksa pergeseran arus kendaraan ke jalur alternatif.

Ketergantungan warga terhadap jalur alternatif ini kini sangat tinggi, terutama bagi mereka yang hendak bergerak dari kawasan Batutulis menuju Kelurahan Rangga Mekar. Situasi ini menciptakan tantangan baru dalam manajemen mobilitas harian masyarakat setempat.

Ironisnya, karena tidak adanya petugas resmi yang ditempatkan secara permanen, warga setempat kini mengambil inisiatif untuk mengatur arus kendaraan secara swadaya. Langkah ini diambil demi mencegah terjadinya kekacauan total di ruas jalan darurat tersebut.

Warga Gang Mekar Jaya II, yang berada di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, menjadi garda terdepan dalam upaya menertibkan lalu lintas tersebut. Mereka berupaya memastikan bahwa kendaraan dapat melintas dengan tertib meski dalam kondisi infrastruktur terbatas.

Salah satu titik kritis yang menjadi fokus pengaturan adalah area jembatan di jalur tersebut. Kondisi jembatan yang hanya mampu dilewati oleh satu kendaraan beroda dua secara bersamaan memerlukan koordinasi ketat antar pengguna jalan.

Marta, salah satu warga yang aktif terlibat dalam penjagaan dan pengaturan lalu lintas di lokasi, memberikan pandangannya mengenai kompleksitas situasi ini. Ia menekankan urgensi kehadiran pengatur untuk menjaga ketertiban.

"Kalau tidak dijaga pasti semrawut, karena di jembatan cuma bisa satu motor lewat, jadi harus gantian," kata Marta, salah satu penjaga warga, saat ditemui di lokasi, Selasa (7/4/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa tanpa intervensi warga, potensi kemacetan parah sangat mungkin terjadi.

Situasi ini telah berlangsung sejak penutupan jalan utama, dan warga terus berupaya menjaga kelancaran mobilitas meskipun harus mengorbankan waktu mereka sendiri. Upaya swadaya ini menjadi solusi sementara sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari otoritas terkait.

Dilansir dari bogorplus.id, inisiatif warga ini menyoroti pentingnya kesadaran komunal dalam menghadapi krisis infrastruktur pasca-bencana di tingkat lokal. Mereka bertindak sebagai regulator dadakan di tengah keterbatasan sumber daya.