TANGERANG — Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menggelar Table Top Exercise (TTX): Cyber Incident Response guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber terhadap Infrastrukstur Informasi Vital (IIV) sektor transportasi udara.
Kegiatan yang berlangsung di Tangerang, Kamis (12/2/2026) itu melibatkan Kementerian Perhubungan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Otoritas Bandara, serta PT Angkasa Pura Indonesia.
Dalam simulasi, peserta dihadapkan pada skenario serangan ransomware yang mengganggu sistem Air Situation Display (ASD) dan berpotensi mengancam keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.
Menggunakan metode scripted table top exercise yang difasilitasi BSSN, latihan ini dirancang untuk menguji efektivitas koordinasi lintas sektor dan lintas fungsi—mencakup aspek manajerial, operasional, teknis, serta komunikasi publik dalam situasi krisis siber.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa latihan berjalan efektif dengan tingkat sinergi dan kesiapsiagaan yang solid antarpemangku kepentingan.
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsda TNI Eko D. Indarto, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan insiden siber tidak hanya bergantung pada kapabilitas teknis, tetapi juga kejelasan prosedur operasi standar (SOP), kecepatan pengambilan keputusan, serta koordinasi dan komunikasi yang terintegrasi.
“Penguatan kesiapsiagaan ini menjadi krusial, terlebih dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Imlek 2577 Kongzili, bulan suci Ramadan, dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” ujarnya.
Kemenko Polkam mendorong penguatan kebijakan lintas kementerian dan lembaga melalui latihan terpadu secara berkala, standardisasi SOP dan sarana keamanan siber, serta peningkatan kapabilitas Cyber Threat Intelligence.
Langkah ini dinilai penting untuk menjamin perlindungan terhadap Infrastruktur Kritis Nasional dan layanan publik strategis di tengah dinamika ancaman siber yang kian kompleks.