Sejumlah nasabah PD BKK Klaten mendatangi Markas Damkar Klaten pada Senin (2/3/2026) untuk menyuarakan protes keras. Mereka menuntut kejelasan mengenai dana tabungan yang hingga kini masih tertahan dan tidak bisa dicairkan. Situasi ini memicu ketegangan karena masyarakat sangat membutuhkan uang tersebut untuk keperluan mendesak.
Keresahan para nasabah ini semakin memuncak mengingat hari raya Lebaran sudah sangat dekat di depan mata. Masyarakat merasa putus asa lantaran belum ada jaminan resmi mengenai nasib uang simpanan mereka di lembaga keuangan tersebut. Ketidakpastian ini membuat banyak warga merasa dikhianati oleh sistem perbankan daerah yang selama ini mereka percayai.
Penutupan kantor bank tanpa alasan yang jelas menjadi pemicu utama kemarahan warga di lokasi kejadian. Banyak nasabah yang bergantung sepenuhnya pada dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok menjelang perayaan Idulfitri. Dampak dari kemacetan dana ini mulai merembet ke berbagai sektor kehidupan sosial di wilayah Klaten dan sekitarnya.
Susi, seorang nasabah asal Desa Kendalsari, mengungkapkan beban berat yang harus ia tanggung karena memegang dana jimpitan warga. Ia merasa kebingungan untuk mengembalikan uang masyarakat yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah saat kantor bank masih tutup. "Saya mau nomboki juga nggak punya, karena kalau puluhan juta saya mau cari ke mana," keluh Susi dengan nada pasrah.
Masalah serupa juga menimpa Tugimin yang mengelola dana sekitar Rp 25 juta milik kas masjid, TPA, hingga kelompok pemuda desa. Sementara itu, FX Suyoto selaku ketua gabungan kelompok tani Desa Nglinggi turut menyuarakan kesulitan para petani setempat. Mereka kini terhambat dalam membeli pupuk dan benih berkualitas akibat dana operasional yang terblokir secara sepihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PD BKK Klaten terkait solusi konkret pencairan dana. Warga masih bertahan menunggu kepastian di tengah kondisi ekonomi yang semakin menjepit di tingkat pedesaan. Ketidakhadiran pihak bank untuk memberikan penjelasan langsung semakin memperkeruh suasana protes di lapangan.
Kemacetan dana ini telah meluas hingga mengganggu stabilitas ekonomi dan kerukunan sosial di berbagai desa di Klaten. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memediasi konflik antara nasabah dan pihak bank terkait. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan masalah ini akan berdampak lebih luas pada kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan daerah.
Sumber: Portal7