INFOTERKINI.ID - Di sebuah sudut kota yang jarang tersentuh cahaya, hiduplah Pak Aris yang menghabiskan hari-harinya memperbaiki jam-jam tua. Baginya, setiap detak jarum jam adalah napas dari kenangan yang menolak untuk dilupakan oleh pemiliknya.
Suatu sore, seorang gadis kecil bernama Laras datang membawa sebuah arloji usang yang kacanya telah retak seribu. Dengan mata yang sembab, ia memohon agar waktu di dalam benda itu bisa diputar kembali ke masa lalu yang bahagia.
Pak Aris tersenyum getir, menyadari bahwa luka yang dibawa Laras jauh lebih dalam daripada sekadar mesin jam yang mati. Ia mulai merangkai kata-kata bijak, menjelaskan bahwa hidup tidak selalu tentang memperbaiki apa yang telah hancur.
Kisah ini merupakan sebuah novel kehidupan yang menggambarkan betapa rapuhnya manusia di hadapan kehilangan yang mendalam. Namun, di balik kerapuhan itu, tersimpan kekuatan luar biasa untuk merajut kembali sisa-sisa harapan yang berserakan.
Laras mulai belajar bahwa setiap goresan di arlojinya adalah simbol dari ketabahan yang ia miliki selama ini. Pak Aris mengajarkannya untuk tidak membenci waktu, melainkan berteman dengan setiap detik yang masih tersisa di depan mata.
Hubungan antara sang tukang jam dan gadis yatim piatu itu perlahan mengubah suasana bengkel yang dulunya sunyi menjadi penuh kehangatan. Mereka menemukan bahwa kebahagiaan seringkali bersembunyi di balik hal-hal sederhana yang seringkali kita abaikan.
Namun, sebuah rahasia besar tentang masa lalu Pak Aris mulai terkuak saat sebuah surat usang ditemukan di balik lemari tua. Surat itu berisi janji yang belum sempat ditepati dan sebuah nama yang ternyata sangat dikenal oleh Laras.
Pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa luka bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu menuju pemahaman yang lebih dalam. Apakah Laras sanggup memaafkan takdir saat ia mengetahui kebenaran yang sesungguhnya di balik detak jam yang kini mulai berputar kembali?