INFOTERKINI.ID - Di sudut kota yang mulai terlupakan, berdiri sebuah bengkel tua dengan aroma kayu cendana yang menenangkan. Kakek Aris menghabiskan hari-harinya di sana, merajut kembali mainan-mainan rusak milik anak-anak jalanan dengan penuh kasih sayang.
Jemarinya yang gemetar namun teliti seolah sedang menari di atas potongan kayu dan sisa kain perca yang berserakan. Baginya, setiap benda yang hancur berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali utuh dan dicintai oleh pemiliknya.
Suatu sore, seorang gadis kecil bernama Lira datang membawa sebuah boneka tanpa lengan dengan mata yang basah karena tangisan. Ia tidak meminta bonekanya diperbaiki, melainkan bertanya apakah hati manusia yang patah bisa disatukan kembali seperti mainan itu.
Pertanyaan itu menghunjam relung jiwa Kakek Aris yang selama ini ia kunci rapat dari hiruk-pikuk dunia luar. Ia teringat akan masa lalunya yang penuh luka, tentang kehilangan besar yang tak pernah benar-benar ia relakan hingga saat ini.
Kakek Aris tersenyum tipis sembari mengajak Lira duduk di kursi kayu yang sudah mulai lapuk dimakan usia. Ia mulai bercerita bahwa hidup bukan tentang seberapa banyak kita hancur, melainkan seberapa kuat kita mencoba bangkit dari puing-puing tersebut.
Kisah ini layaknya sebuah novel kehidupan yang penuh dengan kejutan di setiap lembar halamannya yang mulai menguning. Setiap air mata yang jatuh adalah tinta yang menuliskan kekuatan baru bagi mereka yang berani bertahan di tengah badai.
Hari demi hari berlalu, bengkel tua itu berubah menjadi tempat bernaung bagi jiwa-jiwa yang merasa tersisih oleh kerasnya dunia. Mereka belajar bahwa keindahan sejati justru sering ditemukan pada retakan-retakan yang telah berhasil direkatkan kembali dengan kesabaran.
Namun, sebuah rahasia besar tentang alasan Kakek Aris mengasingkan diri mulai terkuak saat seorang pria asing muncul di depan pintu bengkel. Pria itu membawa sebuah jam saku tua yang sangat identik dengan milik Kakek Aris yang telah lama hilang.
Apakah pertemuan ini akan menyembuhkan luka lama atau justru membuka kembali kotak pandora yang telah lama terkubur? Terkadang, memaafkan diri sendiri adalah perjalanan paling panjang yang harus ditempuh oleh setiap manusia sebelum akhirnya menemukan kedamaian sejati.