INFOTERKINI.ID - Endapan mineral di dalam kandung kemih, yang dikenal secara medis sebagai bladder calculi, merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan tepat agar tidak memicu komplikasi.
Jika kondisi ini dibiarkan, endapan tersebut dapat menyumbat saluran kemih dan menyebabkan rasa nyeri yang sangat hebat bagi penderitanya saat sedang buang air kecil.
Gejala lain yang patut diwaspadai adalah munculnya darah pada urine atau hematuria, yang seringkali menjadi pertanda adanya iritasi serius di dalam saluran kemih, dilansir dari bogorplus.id.
Penyakit ini sebenarnya dapat menyerang siapa saja dari berbagai kalangan usia termasuk anak-anak, namun data medis menunjukkan kerentanan khusus pada kelompok pria lanjut usia.
Pria yang telah memasuki usia di atas 52 tahun tercatat memiliki risiko tertinggi, terutama jika mereka memiliki riwayat medis terkait masalah pembesaran kelenjar prostat.
Kondisi prostat yang membesar diketahui menjadi penghambat utama dalam proses pengosongan kandung kemih, sehingga urine tidak dapat keluar secara maksimal dari tubuh.
Akibatnya, sisa urine yang tertinggal di dalam kandung kemih akan mengendap dan perlahan mengkristal hingga membentuk bongkahan batu mineral yang padat.
Keberadaan batu ini tidak hanya menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu, tetapi juga berisiko tinggi memicu infeksi saluran kemih yang parah serta perdarahan internal.
Secara mekanis, pembentukan batu kandung kemih terjadi saat organ tersebut kehilangan kemampuan untuk membuang seluruh cairan urine yang tertampung di dalamnya.