INFOTERKINI.ID - Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia terus menjadi agenda prioritas yang memerlukan sinergi erat antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah pelaksana. Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pakuan mengambil peran aktif dalam upaya ini melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
PKM yang diselenggarakan tersebut mengusung tema strategis, yaitu “Membangun Peradaban di Sekolah melalui Penguatan School Leadership dan Kualitas Layanan Pendidikan pada SMA/SMK se-Rangkasbitung”. Kegiatan ini dirancang sebagai intervensi langsung untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan pedagogis di tingkat sekolah menengah.
Acara penting ini secara resmi dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di aula SMKN 1 Rangkasbitung. Lokasi ini dipilih sebagai pusat pertemuan bagi para pemangku kepentingan pendidikan di wilayah tersebut.
Delegasi dari 24 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Rangkasbitung turut ambil bagian dalam sesi penguatan ini. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif terhadap inovasi dan perbaikan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak penting di ekosistem pendidikan Lebak. Turut hadir Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Lebak, memvalidasi pentingnya inisiatif ini di mata regulator daerah.
Unsur akademisi dari Universitas Pakuan, termasuk pimpinan FKIP dan dosen PPG, hadir untuk memfasilitasi transfer ilmu pengetahuan dan praktik terbaik kepada para kepala sekolah dan guru. Selain itu, mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 juga turut serta dalam proses pembelajaran ini.
Kepala SMKN 1 Rangkasbitung, Edi Ruslani, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan PKM tersebut dalam sambutannya. Ia melihat kolaborasi ini sebagai katalisator penting bagi kemajuan institusinya.
"Saya menilai kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi mampu menjadi dorongan positif bagi peningkatan mutu pendidikan," ungkap Edi Ruslani, S.E., M.M.
Lebih lanjut, Edi Ruslani menekankan dampak signifikan yang diharapkan dari pertemuan tersebut bagi lingkungan sekolah. "Bahkan, saya mengibaratkan kegiatan ini sebagai “virus positif” yang perlu terus disebarkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah," kata beliau.