JABARONLINE.COM – PT Karya Kencana Solutindo, pengelola parkir di RSUD Palabuhanratu, angkat bicara menanggapi polemik antrean kendaraan di akses Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang dipicu oleh pemasangan portal. Perusahaan menegaskan bahwa pemasangan portal tersebut bukan semata untuk penarikan biaya, melainkan memiliki tujuan utama untuk menjaga keamanan kendaraan pengunjung dan keluarga pasien.

Perwakilan pengelola parkir, Agung Sulaksana, menjelaskan bahwa kebijakan pemasangan portal di jalur IGD bukan keputusan sepihak perusahaan. Ia mengklaim langkah ini diambil berdasarkan arahan dan kesepakatan yang telah dibuat bersama manajemen rumah sakit.

"Keberadaan portal ini adalah hasil kesepakatan dengan manajemen rumah sakit. Tujuannya jelas, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban area IGD," ungkap Agung kepada wartawan pada Senin (29/12).

Menurut Agung, sebelum portal diberlakukan, area IGD kerap dijadikan jalur keluar-masuk kendaraan yang tidak tertib, menyebabkan potensi kerawanan.

“Tanpa pengaturan, banyak kendaraan keluar melalui pintu IGD. Kondisi ini rawan kehilangan dan mengganggu ketertiban umum di lingkungan rumah sakit,” ujarnya.

Tepis Klaim Antrean Belasan Menit

Terkait video yang sempat viral di media sosial yang menyebutkan kendaraan tertahan hingga belasan menit di depan portal IGD, Agung meminta klaim tersebut diverifikasi secara cermat. Ia menekankan bahwa durasi antrean tidak seharusnya disimpulkan hanya dari potongan video tanpa pengecekan data pendukung yang valid.

"Semua kejadian terekam CCTV. Dari rekaman tersebut, bisa dipastikan apakah benar sampai 15 menit atau hanya beberapa menit saja. Kami meminta agar opini publik tidak digiring tanpa dasar yang jelas," tegasnya.

Meskipun demikian, pihak pengelola parkir mengakui adanya kemungkinan kelalaian yang dilakukan oleh petugas di lapangan. Agung menyebut, kejadian antrean panjang dapat dipicu oleh keterlambatan respons petugas, termasuk saat pergantian shift atau kondisi tertentu yang menyebabkan portal tidak segera dibuka.